Rabu, 19 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Didistribusikan ke Sekolah yang Pagunya Masih

Gagal Dapat Sekolah, Cabdisdik Mengakomodir

08 Juni 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HARUS BERSABAR: Sejumlah siswa antre mengambil PIN di SMAN 1 Tuban.

HARUS BERSABAR: Sejumlah siswa antre mengambil PIN di SMAN 1 Tuban. (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

TUBAN – Dihapusnya pilihan satu dan dua di luar zona pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA negeri, memicu persaingan perebutan kuota kursi dalam satu zona semakin ketat. Siapa cepat dia dapat.

Meski demikian, siswa yang gagal masuk ke sekolah dalam satu zona karena pagu yang sudah penuh, tidak perlu cemas.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, bagi siswa yang gagal mendapatkan sekolah dalam satu zona menyusul pagu sudah terisi penuh, tetap mendapat kesempatan untuk masuk di sekolah negeri di luar zona.

‘’Siswa yang gagal mendapatkan sekolah dalam satu zona nanti akan diakomodir cabang dinas. Selanjutnya didistribusikan ke sekolah lain yang pagunya masih ada,’’ ujar Adi, panggilan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Namun, kata Adi, mereka tidak memiliki kesempatan untuk memilih. Sebab, yang memilihkan sekolah adalah cabang dinas. Namun demikian, tetap diupayakan di sekolah yang dekat dengan rumahnya. ‘’Jika sudah tidak ada (kuota kursi sekolah yang dekat rumah, Red), ya konsekuensinya jauh tidak masalah, nanti kita tawarkan pada anaknya,’’ terang mantan Cabdisdik Provinsi Wilayah Nganjuk itu.

Terkait konsekuensi tersebut, Adi mengimbau kepada setiap siswa untuk bisa mendaftar lebih awal. Mematangkan pilihan sekolah lebih awal, sehingga bisa mengukur kekuatan, apakah bisa diterima di sekolah tujuan atau tidak. ‘’Karena sekarang menggunakan sistem kecepatan, meskipun poinnya sama, tapi jika kalah cepat, yang diambil adalah yang daftar lebih awal,’’ terang pendidik pelajaran bahasa Indonesia itu.

Sebagaimana diketahui, pada pelaksanaan PPDB jenjang SMA tahun ini tidak ada lagi pilihan satu dan dua beda zonasi. Sehingga, kesempatan siswa untuk memilih sekolah tujuan hanya dalam satu zona.

Adapun PPDB jenjang SMA negeri tahun ini terbagi dalam tiga jalur. Yakni, jalur zonasi 90 persen, jalur prestasi 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua 5 persen. Jalur zonasi terbagi menjadi tiga jalur. Di antaranya, 50 persen jalur zonasi murni, 20 persen jalur zonasi dengan menggunakan NUN, dan 20 persen bagi calon siswa dari keluarga tidak mampu.

(bj/tok/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia