Sabtu, 16 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Tahun Ketiga Persibo Jalani Liga 3

H-49 Belum Bentuk Skuat

08 Juni 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Hari ini (8/6) merupakan H-49 kick off Liga 3 bergulir. Persibo Bojonegoro kembali mencatatkan sebagai tim bertanding laga pembuka pada 27 Juli mendatang. Lawannya PSM Madiun. Berlaga di Stadion Willis, Persibo sebagai tim tamu.

Namun, ternyata Persibo belum memiliki skuat. Belum ada tanda-tanda seleksi pemain. Bahkan, belum menentukan siapa tactician (pelatih) yang akan mengatur strategi di kompetisi 2019. Sejumlah elemen pecinta Persibo kembali mendesak manajemen untuk segera membentuk tim. Tuntutan ini cukup beralasan. Kick off putaran regional Liga 3 Jatim berlangsung 27 Juli. Terlebih 30 Juni deadline (batas akhir) pendaftaran tim. 

Menilik data, tahun ini Persibo kali ketiga melakoni Liga 3. Pada 2017 gagal lolos ke Liga 2. Terhenti di babak 8 besar putaran nasional Liga 3. Sedangkan, kompetisi 2018 hasilnya lebih buruk. Gugur di babak penyisihan grup putaran regional Jatim.

Sonip, salah satu perwakilan klub internal PSP Purwosari menegaskan, agar manajemen segera merapatkan barisan. Sebab, helatan Liga 3 menyisakan dua bulan lagi. Terlebih, sudah cukup banyak waktu terbuang tanpa persiapan.

‘’Harus punya komitmen dengan rencananya. Harus total jika ingin Persibo bangkit dan lolos ke Liga 2,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Padahal, kata dia, Bupati Bojonegoro berencana bersedia mendukung Persibo. Sehingga manajemen jangan sampai melepaskan kesempatan tersebut. Sebab, dukungan orang nomor satu dapat berdampak positif. Salah satunya perihal finansial. ‘’Peran Bupati dan jajarannya sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Terkait saran agar Persibo lebih garang dan lolos ke Liga 2 musim ini? Dia berharap manajemen menunjuk pelatih memiliki kompeten. Juga memaksimalkan kuota lima pemain senior. Tentu, memilih pemain yang mumpuni.

‘’Namun, semua itu sesuai dengan besaran anggaran dimiliki. Tapi, karena Bupati sudah berjanji, saya rasa masalah finansial bisa teratasi,” ujar pria sebagai pelatih sepak bola itu.

Terpisah, Andri Adi Kusuma, salah satu perwakilan dari elemen suporter Persibo yakni Drago Tifoso Curva Nord menanti komitmen manajemen akan menunjuk pelatih dan membentuk tim usai Lebaran. Sebab, waktu menyisakan dua bulan sebelum kick off Liga 3 Jatim bergulir.

‘’Membentuk tim solid dengan target lolos Liga 2 memerlukan waktu. Tak semudah membalikkan telapak tangan,” jelasnya.

Berkaca musim sebelumnya, kegagalan Persibo di penyisihan grup putaran regional Liga 3 Jatim karena mepetnya waktu persiapan tim. Sementara musim 2017, dengan persiapan 2,5 bulan, Persibo berhasil mencapai babak 8 besar putaran nasional Liga 3.

‘’Idealnya membentuk tim itu minimal tiga bulan sebelum kompetisi. Namun, karena kondisinya sekarang sudah telanjur, Jadi jangan buang waktu lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Arif Bondet, perwakilan Boromania elemen suporter Persibo menambahkan, agar manajemen melakukan evaluasi atau bahkan menambah tim pengurus. Sebab, dua orang tidak akan mampu meng-handle agenda dan memaksimalkan kinerja Persibo.

‘’Sebab, belajar dari dua musim sebelumnya, manajemen masih belum bisa maksimal. Namun, jika manajemen masih sanggup, perlu juga menambah orang yang berkompeten dan peduli,” tutur dia.

(bj/dny/rij/aam/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia