Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Musim Mudik, Perekonomian Lokal Bergeliat

03 Juni 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

RAMAI: Tempat perbelanjaan modern kondisinya semakin ramai jelang Idul Fitri. Kondisi ini menjadikan perkonomian Bojonegoro bergeliat.

RAMAI: Tempat perbelanjaan modern kondisinya semakin ramai jelang Idul Fitri. Kondisi ini menjadikan perkonomian Bojonegoro bergeliat. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO –  Keramaian lalu lintas, berburu jajanan, tempat hiburan, dan perbelanjaan telah menjadi potret umum masyarakat menjelang Lebaran. Khususnya tempat perbelanjaan di Kota Ledre. Pengunjung mulai ramai pagi hingga malam hari.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, petugas parkir tengah sibuk mengatur kendaraan. Pengunjung tak henti silih berganti. Ratusan hingga ribuan orang sibuk memilih barang. Baik untuk membeli kebutuhan sandang, pangan, ataupun papan.

Antrean panjang di loket pembayaran atau kasir telah menjadi potret umum pada momen seperti ini. Hingga belasan orang terlihat sedang menunggu giliran. Ada pula seorang ibu mengantre sembari menggendong bayinya.

Dua hari jelang Lebaran 2019, sejumlah distro (distributor outlet) dan toko swalayan di Bojonegoro diserbu pembeli. Salah satunya distro di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, setiap usai Salat Tarawih, ratusan pembeli langsung membanjiri toko tersebut.

Petrick, selaku pemilik distro mengungkapkan jumlah pembeli Lebaran tahun ini luar biasa. Menurutnya, ada peningkatan sekitar 50 persen dibanding Lebaran tahun lalu. Pun tak disangka, beberapa pembeli di distronya datang dari luar kota. Karena, ia beri diskon untuk semua produknya kisaran 20-30 persen.

“Selama pertengahan Ramadan hingga jelang Lebaran, tiap habis Tarawih pasti langsung ramai, bahkan pembeli dari Jombang, Kediri, dan Blora, beli ke sini,” bebernya.

Dia mengatakan, penjualan paling tinggi tiap jelang Lebaran yakni kemeja. Tetapi tahun ini, kemeja kotak-kotak sepi peminat, pembeli kini lebih tertarik dengan kemeja polos. Selain itu, kaus dan jaket juga jadi incaran para pembeli.

“Alhamdulillah, per hari minimal 100 kemeja bisa terjual,” tambahnya.

Peningkatan penjualan juga dirasakan oleh toko lainnya. Seperti toko swalayan di Jalan Veteran, dalam seminggu terakhir jumlah pembeli meningkat tajam. Terlihat setiap malam, lahan parkirnya hingga meluber di sisi utara toko swalayan tersebut. Para pembeli berburu baju baru Lebaran.

Manajer toko swalayan, Willy mengatakan, ditargetkan penjualan bisa naik 5 persen. Karena apabila dihitung secara global dan dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu, masih terbilang turun.

“Selama sepekan jelang Lebaran, ramainya pengunjung baru ketika H-4 Lebaran, diperkirakan puncaknya hari ini (kemarin, Red),” tuturnya.

Sementara itu, selain toko-toko yang jual aneka baju, warung kopi yang menjamur di Bojonegoro juga mengalami peningkatan pengunjung. Pasalnya, sudah banyak perantau atau mahasiswa luar kota yang pulang ke Bojonegoro.

Satria, salah satu karyawan warung kopi di wilayah Kelurahan Sumbang mengungkapkan, jumlah pengunjung tiap malam jelang Lebaran tak pernah henti. Bahkan, beberapa pengunjung terpaksa pindah lokasi nongkrong, karena di tempat ia bekerja itu sudah tak ada kursi kosong. Satria memperkirakan sekitar 90-100 pengunjung per hari.

“Kalau hari-hari biasa kan mungkin hanya 40-50 pengunjung per hari,” pungkasnya.

(bj/gas/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia