Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Harga Ayam Kampung Naik

03 Juni 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HARGA NAIK: Ayam kampung yang dijual di Pasar Unggas Babat.

HARGA NAIK: Ayam kampung yang dijual di Pasar Unggas Babat. (AUDINA HUTAMA PUTRI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

BABAT – Pedagang ayam di Pasar Unggas Babat kewalahan melayani permintaan para pembeli untuk kebutuhan ayam kampung saat lebaran. Sebab, stok ayam di tingkat pengepul terbatas. Akibatnya, harga ayam kampung naik.

Jika biasanya ayam kampung dijual paling mahal Rp 40 ribu per ekor, maka kini menembus Rp 75 ribu per ekor. Bahkan, khusus ukuran ayam besar, harganya hingga Rp 90 ribu per ekor.

Sujono, pedagang ayam asal Kelurahan Banaran, Babat, mengatakan, hampir setiap tahun menjelang lebaran permintaan ayam kampung meningkat drastis. Terlebih musim hajatan juga berlangsung hingga dua bulan ke depan.

‘’Penjual dan pengepul sama-sama untung. Karena ayamnya cepat habis. Biasanya kalau lebaran orang-orang ingin masak makanan yang spesial lah. Jarang-jarang bisa makan ayam kampung kalau tidak sedang ada hajatan,’’ kata pria 63 tahun itu kemarin (2/6).

Dia menambahkan, penghasilan yang didapatnya sejak tiga hari terakhir mencapai hingga Rp 200 ribu per hari.  Sujono mengaku mendapatkan untung Rp 10 ribu per ekor.

Wachid, pengepul ayam asal Desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring, menuturkan, harga ayam kampung di tingkat pengepul maupun pedagang tidak berbeda jauh. Setiap ukuran, dihargai berbeda-beda.

‘’Untuk ukuran sedang atau kemanggang mulai dari Rp 50 ribu. Babon mulai Rp 70 ribu. Kalau yang jago mulai Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu,’’ ujarnya.

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia