Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Paskun dan Penyampah Tetap Masuk

02 Juni 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PENJAGA KEBERSIHAN: Pasukan kuning membersihkan jalanan di perkotaan menjelang Lebaran.

PENJAGA KEBERSIHAN: Pasukan kuning membersihkan jalanan di perkotaan menjelang Lebaran. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA- Kawasan perkotaan Lamongan tak boleh kotor selama Lebaran. Karena itu, petugas kebersihan dan pemilah sampah dipastikan tetap bekerja selama Hari Kemenangan tersebut. Karena rutinitas ini berlangsung setiap tahun, sehingga ada kesepakatan bersama.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Lamongan melalui kasi-nya Malius menuturkan, petugas sapu, pemilah sampah, dan tenaga pengangkut tidak ada yang libur. Meski Lebaran, mereka tetap masuk seperti biasa. Hanya saat H-1 Lebaran, seluruh petugas wajib masuk. Tidak ada sif, karena mereka akan mengikuti salat Idul Fitri pada paginya.

Dengan padatnya jadwal tersebut, pekerjaan yang seharusnya dikerjakan pagi harus rampung malam hari. ''Mereka bisa ikut salat Id (Idul Fitri), tapi setelah itu langsung kembali bertugas,'' ujarnya.

Para petugas kebersihan akan kembali bertugas setelah mengikuti salat dan kumpul keluarga pada paginya.

Setelah itu, sekitar pukul 10.00 mereka harus kembali menjalankan tugas masing-masing. Sebab, pada momen Idul Fitri diprediksi jumlah sampah meningkat hampir 20 persen. Sementara petugas kebersihan jumlahnya terbatas.

Karena itu, mereka diminta memaksimalkan jadwal pembagian tugas. Supaya tidak ada sampah menumpuk di seputar kota. Apalagi, pada pertengahan tahun, ada dua tempat pembuangan sementara (TPS) ditutup. Sehingga, petugas diharapkan langsung membuang ke TPA.

Apakah pasukan kebersihan mendapat uang lembur? Malius tidak menjawab. Dia hanya mengatakan, tenaga kontrak OPD dan bupati tahun ini dapat tunjangan setiap bulan.

Perlu diketahui, tenaga kontrak bupati sekitar 3 orang. Mereka bekerja sebagai penyampah, pasukan kuning, dan UPT pengelola kebersihan Brondong. Sisanya, 127 orang merupakan tenaga kontrak OPD. Paling banyak pasukan kuning dan pasukan hijau. Tugas dua pasukan ini menyebar di seluruh sudut kota.

Selama ini, tenaga harian lepas jenis pasukan kuning dan persampahan (bagian pemilah sampah) hanya mendapatkan gaji Rp 650 ribu per bulan. Sedangkan untuk pasukan hijau gajinya Rp 350 ribu per bulan.

(bj/rka/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia