Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Dampak Debit Air Menyusut di Awal Kemarau

Air Bengawan Menghitam

02 Juni 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TAK JERNIH: Perahu penyeberangan di TBS menghubungkan Pasar Kota dan Desa Banjarsari. Terlihat air bengawan menghitam dan keruh.

TAK JERNIH: Perahu penyeberangan di TBS menghubungkan Pasar Kota dan Desa Banjarsari. Terlihat air bengawan menghitam dan keruh. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Air Sungai Bengawan Solo kemarin (1/6) mendadak terlihat keruh. Air terlihat cokelat dan menghitam. Warga di sepanjang aliran sungai pun merasa heran fenomena ini. Diduga air keruh karena berkurangnya debit air di awal musim kemarau ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro bergegas melakukan uji TDS portable di kawasan Taman Bengawan Solo (TBS). Hasil uji yakni 568 miligram per liter (mg/L). Tentu, air Sungai Bengawan Solo tersebut masih memenuhi baku mutu.

Berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001, Sungai Bengawan Solo dengan peruntukan kelas 3 (perikanan, peternakan, dan pertanaman) dengan baku mutu untuk TDS 1.000 mg/L. ‘’Sehingga masih memenuhi baku mutu. Sebab, standar baku mutunya yakni 1.000 miligram per liter,” kata Kepala DLH Bojonegoro Nurul Azizah.

Dia mengatakan, setelah menerima laporan, bergegas menerjunkan tim memantau kondisi. Meski warna kehitaman, air tidak bau dan juga tidak ditemukan ikan mati. Sehingga dengan hasil uji lab, air Sungai Bengawan Solo masih aman dipergunakan.

Kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sekitar seminggu lebih di kawasan hulu Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro. Yakni Kecamatan Margomulyo. Sehingga, kondisi aliran air ini terjadi merata.

‘’Namun, hal ini bukan karena sampah atau limbah popok. Adapun gegara berkurangnya debit air di musim kemarau,” ujar mantan Camat Kalitidu ini.

Sementara itu, misalkan masyarakat hendak menggunakan air Bengawan Solo untuk kebutuhan rumah tangga, dia menyarankan agar melakukan proses filter. Alatnya harus memenuhi standar baku mutu. ‘’Dan alat tersebut yang mengetahui PDAM,” jelasnya.

(bj/dny/rij/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia