Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Beri Kesempatan Siswa Ubah Pilihan Sekolah

02 Juni 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BEREBUT BANGKU: Para orang tua ikut mendampingi anaknya ketika mendaftar PPDB di SMPN 2 Bojonegoro.

BEREBUT BANGKU: Para orang tua ikut mendampingi anaknya ketika mendaftar PPDB di SMPN 2 Bojonegoro. (MUHDANY YUSUF LAKSONO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro memberikan kesempatan pada siswa yang belum mendapatkan sekolah pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kemarin (1/6), disdik membuka kesempatan siswa untuk mengubah sekolah pilihan ketiga. 

Kepala Disdik Hanafi menjelaskan, jumlah siswa yang belum mendapatkan sekolah masih banyak. Jika ditotal keseluruhan mencapai ratusan siswa. Itu tersebar di seluruh zona. Mulai zona satu hingga zona lima. ‘’Semua zona ada,’’ jelasnya kemarin (1/6).

Hanafi menjelaskan, siswa yang belum mendapatkan sekolah disebabkan karena tersingkir. Sebab, kuota yang dibutuhkan sekolah sudah mencukupi. Sehingga, mereka tersisih di semua pilihan. Baik pilihan pertama sampai pilihan ketiga.

‘’Jadi, kami berikan sehari ini (kemarin) untuk merubah pilihan ketiganya,’’ jelasnya. Dia memastikan, pengumuman PPDB berlangsung 12 Juni mendatang.

Pada PPDB tahun ini tidak menggunakan nilai unas. Namun, menggunakan titik koordinat. Yakni, jarak antara sekolah dengan rumah. Semakin dekat rumah dengan sekolah, kemungkinan besar diterima. ‘’Yang tersisih disebabkan karena jarak rumahnya kalah dekat dengan siswa lainnya,’’ jelasnya.

Dia menjelaskan, siswa yang tidak mendapatkan sekolah disebabkan pilihan yang tidak pas. Biasanya mereka terpaku pada sekolah-sekolah dalam kota. Tidak pada sekolah terdekat. ‘’Yang betul itu tetap memilih sekolah terdekat dulu. Lalu pilihan dua dan tiga sekolah lain yang agak jauh,’’ jelasnya.

Diberlakukanya zonasi atau titik koordinat itu sesuai dengan arahan menteri pendidikan. Yakni, untuk menghilangkan sekolah favorit. Sebab, selama ini masyarakat masih menganggar ada sekolah favorit. ‘’Diharapkan kedepan tidak lagi ada seklah favorit,’’ jelasnya.

Hanafi menegaskan, pemberlakuan zonasi titik koordinat itu akan dilakukan secara konsisten. Jika tahun depan dirubah lagi, akan membuat pemberlakuan PPDB saat ini tidak maksimal.

(bj/zim/rij/aam/dny/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia