Selasa, 12 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Ponpes Mansyaul Huda 02 Senori Tuban

Santuni Anak Yatim di bulan Ramadhan

31 Mei 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERBAGI: Gus Ali As’adi (Gus Ali) putra KH Muhyiddin Munawwar, pengasuh Ponpes Mansyaul Huda 02 Jatisari Senori didampingi Ahmad Basar, perwakilan Pertamina GRR Tuban saat memberikan santunan anak yatim.

BERBAGI: Gus Ali As’adi (Gus Ali) putra KH Muhyiddin Munawwar, pengasuh Ponpes Mansyaul Huda 02 Jatisari Senori didampingi Ahmad Basar, perwakilan Pertamina GRR Tuban saat memberikan santunan anak yatim. (Istimewa)

Share this      

TUBAN - Pondok Pesantren (Ponpres) Mansyaul Huda 02 Desa Jatisari, Kecamatan Senori bekerja sama dengan Pertamina GRR Tuban, Pertamina EP Asset 4, PT Semen Indonesia, dan PT Samator Gas Industri menggelar santunan anak yatim di ponpes setempat, Rabu (29/5). Kegiatan rutin tersebut  sebagai wujud perhatian pesantren dan perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat Tuban. Selain santunan anak yatim juga digelar buka bersama (bukber). 

Hadir pengasuh Ponpes Mansyaul Huda 02 KH Muhyiddin Munawwar dan dua putranya Gus Ali As’adi (Gus Ali) dan  KH Najib Muhammad (Gus Najib), Ahmad Basar, perwakilan Pertamina GRR Tuban, dan Kehumasan Pertamina EP Asset 4 Herdyawan Sutrisna, Komisaris Utama PT Samator Gas Industri Setyo Wahono. Juga,  sejumlah kiai,  ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. 

TERIMA KASIH: KH Najib Muhammad (Gus Najib) putra KH Muhyiddin Munawwar, pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 Jatisari Senori saat memberikan sambutan dan tausiyah.

TERIMA KASIH: KH Najib Muhammad (Gus Najib) putra KH Muhyiddin Munawwar, pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 Jatisari Senori saat memberikan sambutan dan tausiyah. (Istimewa)

Ahmad Basar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Ponpres Mansyaul Huda 02 Senori Tuban atas kerja samanya selama ini. Dikatakan  dia, badan usaha milik negara (BUMN) ini adalah milik kita semua dan kehadirannya untuk memberikan kesejahteraan masyarakat.

Terkait rencana Pertamina GRR Tuban yang akan membangun kilang minyak terbesar se-Asia Tenggara di Desa Wadung dan Desa Sumurgeneng, keduanya Kecamatan Jenu, pihaknya meminta doa restu agar proses pembebasan lahan dan pembangunannya berjalan lancar.

Basar juga mengatakan, proyek pembangunan kilang minyak ini membutuhkan tenaga kerja mencapai 9 ribu orang per tahun. ''Ini kesempatan bagi putra-putri daerah Tuban, khususnya di wilayah Senori untuk terlibat langsung,'' tegas dia. Agar memiliki kesempatan, mulai sekarang mereka  bisa mempersiapkan diri. Salah satunya menyiapkan skill melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Setelah proyek selesai, Basar memerkirakan kebutuhan tenaga kerja masih sekitar 5 ribu orang. ‘’Jadi tidak tertutup kemungkinan putra-putrinya yang mau (bekerja) peluangnya sangat terbuka sekali. Mudah-mudahan ini membawa manfaat dan kesejahteraan bagi semuanya, khususnya masyarakat Tuban. (Masyarakat) Tuban harus menikmati terlebih dahulu, baru yang lain,’’  imbuh dia.

KH Najib Muhammad (Gus Najib) mewakili keluarga dan Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 mengucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir.  Juga, kepada Pertamina GRR Tuban, Pertamina EP Asset 4, PT Semen Indonesia, dan PT Samator Gas Industri.

Dia berharap santunan anak yatim ini mendapat rida Allah SWT. ''Melalui santunan anak yatim ini mugi-mugi langkung sae, langkung diijabahi kaleh (Mudah-mudahan lebih baik dan dikabulkan, Red.) Allah SWT. Santunan anak yatim dan kaum duafa ini sangat penting,’’ ucapnya. Sebelum santunan, digelar zikir dan doa bersama. (*/ds)

(bj/ds/*/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia