Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Hari Ini PPDB SMP Online Berakhir

PPDB Offline Serap 137 Murid

31 Mei 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP jalur online akan berkhir hari ini (31/5). Adapun, 49 sekolah penyelenggara wajib memenuhi 10.071 murid dari total keseluruhan pagu, yakni 10.208. Sebab, pada PPDB offline sejumlah sekolah telah menyerap 137 murid.

Berdasar data Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, pada PPDB offline 13-15 Mei lalu, terdapat 9 SMP yang dijujuki 144 pendaftar, dan telah menerima murid. Baik itu melalui jalur prestasi (akademik dan nonakademik), mutasi orang tua, keterpaduan, dan luar zona berasrama (khusus).

Di antaranya SMPN 7 Bojonegoro 1 siswa diterima, SMPN 4 Bojonegoro (2 siswa), SMPN 1 Bojonegoro (17 siswa), SMPN 1 Kalitidu (1 siswa), SMPN 1 Balen (1 siswa), SMPN 2 Bojonegoro (26 siswa), SMPN MT Bojonegoro (50 siswa), SMPN 5 Bojonegoro (38 siswa), dan SMPN 2 Kalitidu (1 siswa).

Sehingga ada 137 murid yang lolos PPDB offline. Rinciannya, yakni jalur prestasi 63 (termasuk olahraga 29), mutasi orang tua 6, keterpaduan 35, luar zona berasrama 32, dan anak berkebutuhan khusus (ABK) ada 1.

“Tujuh murid yang tidak diterima karena sesuai kuota 10 persen jalur prestasi dan mutasi orang tua dari keseluruhan pagu. Namun, adanya ketidaksesuaian persyaratan yang mendominasi,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan SMP Disdik Bojonegoro Sugiharto.

Dia mencontohkan, tidak lolosnya tujuh murid mendaftar di SMPN 1 Bojonegoro. Adapun sesuai kuota 10 persen jalur prestasi dan mutasi orang tua dari keseluruhan pagu, yakni 320, tentu sekolah tersebut maksimal dapat menerima 32 murid.

“Namun, karena persyaratan yang tidak sesuai acuan PPDB, hanya 17 murid yang diterima dari total pendaftar, yaitu 24,” jelasnya.

Selain itu, dia menjelaskan adanya jalur keterpaduan (khusus). Adapun SMPN 2 Bojonegoro dan SMP MT Bojonegoro masing-masing menerima 18 serta 17 murid. Sebab, keduanya merupakan sekolah keterpaduan.

“Jadi aturannya wajib menerima lulusan mendaftar dari sekolah keterpaduan yang sama atau berada dalam satu lokasi,” tutur dia.

Hal ini juga terjadi pada jalur khusus lain, yakni luar zona berasrama diperuntukkan pendaftar di SMP MT Bojonegoro. Sebab, pemerintah telah menyediakan asrama khusus di sekolah tersebut. Adapun tercatat menerima 32 murid.

“Jadi sarpras (sarana prasarana) tersebut wajib dipergunakan. Tentunya untuk murid berprestasi dari luar daerah atau zona, contohnya Tuban dan sebagainya,” ungkap dia.

(bj/dny/rij/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia