Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Divonis Tiga Bulan, Saddil Pikir – Pikir

28 Mei 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PIKIR – PIKIR: Saddil Ramdhani (kiri) di salah satu hotel ketika berdamai terkait kasus penganiayaan kepada mantan kekasihnya. Dia kemarin tetap divonis bersalah dan dihukum tiga bulan. Saddil menyatakan pikir – pikir.

PIKIR – PIKIR: Saddil Ramdhani (kiri) di salah satu hotel ketika berdamai terkait kasus penganiayaan kepada mantan kekasihnya. Dia kemarin tetap divonis bersalah dan dihukum tiga bulan. Saddil menyatakan pikir – pikir. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Saddil Ramdani, 20, mantan winger Persela,  divonis tiga bulan penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (27/5). Pemain timnas PSSI itu dinilai bersalah dalam kasus penganiayaan terhadap Anugrah Sekar Rukmi, Oktober lalu.

Putusan dari majelis hakim yang diketuai Muhammad Sainal dan didampingi M Aunur Rofiq dan Agusty Hadi Widarto itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Andhika Nugraha Triputra. Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut Saddil dengan pidana penjara selama empat bulan.

‘’Menyatakan terdakwa Saddil Ramdani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 351 ayat satu KUHP. Serta menetapkan supaya terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,’’ kata hakim.

Dalam amar putusannya, majelis hakim memertimbangkan hal - hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal memberatkan, terdakwa melakukan penganiayaan terhadap mantan kekasihnya hingga menimbulkan rasa luka atau sakit. Hasil visum RSUD Dr R Soegiri Lamongan menunjukkan adanya luka lecet sepanjang 0,5 – 1 sentimeter (cm) di bawah mata kanan serta luka memar pada dahi kanan atas dan kepala bagian kanan 2 – 3 cm di atas daun telinga kanan. Luka itu diduga karena benturan benda tumpul.

Hal yang meringankan, Saddil telah mengakui dan menyesal atas perbuatannya. Selain itu, ada kesepakatan damai antara terdakwa dan korban yang dibuktikan dengan surat perjanjian.

Usai mendengar putusan majelis hakim, Saddil diberi kesempatan untuk menanggapi apakah menerima, banding, atau pikir-pikir dalam tempo tujuh hari. Saddil lantas berkonsultasi dengan dua penasihat hukumnya.

‘’Terima kasih yang mulia atas putusannya. Saya dan penasihat hukum memilih untuk pikir-pikir,’’ ujar pesepak bola asal Kendari tersebut.

Selama proses persidangan bergulir sejak bulan lalu, ada empat saksi yang dihadirkan JPU. Mereka adalah Anugrah Sekar Rukmi, Mawar Suswari, Birrul Walidain, dan penyidik Polres Lamongan Budi Santoso. Sebelumnya sempat terjadi perdebatan antara Mawar, ibunda Sekar, dengan majelis hakim karena dia mengaku tidak pernah menandatangani berita acara pemeriksaan. Hingga akhirnya hakim memutuskan mengonfrontasi Mawar, penyidik kepolisian, dan kejaksaan terkait pernyataannya itu.

(bj/din/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia