Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Ngabuburit dengan Mendongeng

25 Mei 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

EKSPRESIF: Wati saat menghibur anak-anak di Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban dengan dongeng bermuatan pesan moral.

EKSPRESIF: Wati saat menghibur anak-anak di Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban dengan dongeng bermuatan pesan moral. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Banyak sarana untuk menyampaikan pendidikan kepada anak. Dari berbagai cara tersebut, Susilo Purwati, 31, memilih dongeng. Selama Ramadan, aktivitas mendongengnya dipertontonkan hampir setiap sore menjelang buka puasa di rumahnya, Jalan Basuki Rachmad Gang Anggrek, Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban. Belasan balita dan anak-anak yang tertarik pun berdatangan untuk menonton.

Kamis (23/5) sore, misalnya. Dia menceritakan kisah si ulat yang menjalankan puasa. Ketika menjalankan aktivitas puasa, ulat mendapat banyak godaan untuk membatalkan puasa. Namun, karena keyakinannya dalam beribadah, si ulat yang diberi nama Tara tersebut sukses mempertahankan hingga azan Magrib. Seluruh cerita yang dibawakan dikemas menarik untuk balita dan anak-anak. ‘’Teman-teman, puasa penting untuk melatih mengendalikan marah dan godaan,’’ kata dia sambil memainkan boneka tangan si ulat.

Wati, sapaan akrab sang pendongeng ini mengatakan, aktivitasnya mendongeng bertujuan untuk mendidik anak. Dikatakan dia, dengan cara yang menyenangkan, anak lebih mudah belajar hal-hal baru. Apalagi, jika disisipkan pesan moral dalam setiap cerita yang dibawakan. Jika tak ada kesibukan, setiap hari Wati membuka kelas mendongeng atau menerima permintaan mendongeng dari siapa pun. ‘’Ini untuk ngabuburit sekaligus menghibur dan mendidik anak-anak,’’ ujarnya.

Sarjana pendidikan anak usia dini (PAUD) Unirow Tuban ini spesialis pendongeng fabel. Seluruh peranti dongengnya merupakan boneka hewan yang lucu. Menurut dia, hewan lebih dekat dengan kehidupan anak-anak. Sehingga, setiap pesan yang disampaikan lebih mengena di hati para balita. ‘’Yang penting pesan yang kita sampaikan tepat sasaran,’’ ujar wanita yang sudah sembilan tahun menekuni dunia dongeng itu.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia