Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Perpanjang Pendaftaran Cakades

25 Mei 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

KOTA - Pendaftaran calon kepala desa (cakades) di Lamongan diperpanjang dua puluh hari kerja. Seharusnya, pendaftaran cakades berakhir 22 Mei lalu.

Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Lamongan sengaja memerpanjang pendaftaran cakades karena ada desa yang belum memenuhi jumlah minimal dua calon. Kabag Pemdes Pemkab Lamongan, A Khowi, mengatakan, tahapan pilkades seharusnya memasuki penelitian administrasi bakal cakades.

Berdasarkan laporan sementara, ada enam desa yang belum memenuhi syarat.  Calon yang mendaftar kurang dari dua. Karena itu, pihaknya kembali membuka pendaftaran selama dua puluh hari kerja ke depan.

Jika tidak ada calon dari kubu lain mendaftar, Khowi meminta ada kebijakan dari panitia. Calon bisa berasal dari pasangan suami istri atau keluarga supaya pelaksanaan pilkades tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Untuk jadwal pelaksanaan sudah ditetapkan September mendatang, tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Menurut dia, tahapan pilkades dimulai sejak 20 April lalu. Pengumuman pendaftaran dilakukan  10 – 22 Mei. Penelitian administrasi cakades dilakukan selama dua puluh hari kerja. Waktu tersebut digunakan cakades untuk melengkapi berkas pendaftaran.

Data terakhir hingga kemarin (24/5) pukul 17.00,  jumlah calon mendaftar 878 orang dari 385 desa yang bakal menyelenggarakan pilkades serentak.

Dari data tersebut, enam desa hanya memiliki satu pendaftar. Yakni, Desa Dagan, Kecamatan Solokuro; Desa Konang,  Glagah; Latukan, Karanggeneng; Kaligerman, Karanggeneng; serta Klagensrampat dan Blumbang, Maduran.

 Khowi menuturkan, enam desa tersebut masih dibuka pendaftarannya. Sehingga cakades masih bisa mendaftar. Hasil rekap sementara, ada 303 calon incumbent. Kebijakan baru, cakades bisa menjabat selama tiga periode. Atau mantan kades yang sebelumnya sudah menjabat dua kali kemudian vakum sekali. Mereka bisa mendaftarkan kembali. “Asalkan tidak ada rekam kejahatan dari kepolisian juga tidak masalah mendaftar lagi,” tuturnya.

(bj/rka/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia