Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Gubernur Dukung Jembatan Kanor-Rengel

25 Mei 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KUNJUNGI WARGA: Gubernur Khofifah, Bupati Anna Mu’awanah, dan Kepala Dinas ESDM Jatim Setiajit menengok rumah Suratin di Desa Pesen, Kanor. Rumahnya beralas tanah, berdinding bambu.

KUNJUNGI WARGA: Gubernur Khofifah, Bupati Anna Mu’awanah, dan Kepala Dinas ESDM Jatim Setiajit menengok rumah Suratin di Desa Pesen, Kanor. Rumahnya beralas tanah, berdinding bambu. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Rencana pembangunan Jembatan Kanor-Rengel memasuki tahap baru. Kemarin (24/5), Pemkab Bojonegoro-Pemkab Tuban menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembangunan jembatan itu.

Penandatangan dilaksanakan di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, disaksikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Rencana pembangunan Jembatan Kanor-Rengel, sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Namun, baru kemarin kedua kabupaten melakukan pembahasan serius.

Menurut Khofifah, pembangunan jembatan dan jalan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. Juga membawa kemaslahatan bagi kedua kabupaten. Saat ini orientasinya adalah kewilayahan. Karena itu, pembangunan harus bekerja sama dengan daerah lain agar lebih mudah.

“Sebab, jika dilakukan sendiri daerah akan kesulitan,” ungkap Gubernur.

Khofifah berharap, pembangunan jembatan ini perekonomian dan mobilitas masyarakat di dua daerah bisa lebih mudah. Sehingga tidak hanya perekonomian saja, tetapi pendidikan bisa berkembang lebih baik.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Setiajit mengatakan, pembangunan infrastruktur perlu dilanjutkan agar masyarakat bisa memiliki akses guna mempermudah mobilitas kegiatan.

“Bentuk dukungan pemerintah adalah penambahan fasilitas kelistrikan bagi masyarakat Bojonegoro. Sehingga bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain Jembatan Rengel-Kanor, rencananya juga akan dibangun Jembatan Ngraho-Blora. Kedua daerah juga sudah melakukan pembahasan terkait rencana pembangunannya.

Khofifah juga meresmikan jaringan listrik instalasi rumah dan sambungan rumah di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, kemarin. Peresmian dilaksanakan di rumah Suratin, 70.

Setiajit menambahkan, jaringan listrik itu ditujukan kepada rumah tangga miskin. Sejauh ini, bantuan jaringan listrik itu mampu mengomptimalkan rasio elektrifikasi di Jawa Timur. “Saat ini rasionya 95,84 persen. Masih ada sekitar 564.000 KK (kartu keluarga) belum teraliri listrik, 56.400 KK di antaranya merupakan rumah tangga miskin,” tuturnya.

Alokasi bantuan jaringan listrik sebesar Rp 1,6 miliar akan diberikan kepada 965 KK, tersebar di lima kabupaten. Yakni, Bojonegoro 95 KK, Situbondo 320 KK, Bondowoso 150 KK, Trenggalek 200 KK, dan Pacitan sebanyak 200 KK.

“Pada 2020 mendatang, rasio elektrifikasi Jawa Timur mencapai 98 persen,” pungkasnya.

(bj/zim/gas/rij/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia