Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Serapan Anggaran Disbudpar Baru 5 Persen

24 Mei 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Tingginya anggaran untuk pengembangan destinasi wisata Pemkab Bojonegoro, tampaknya belum diimbangi dengan energik dan produktifnya SDM organisasi perangkat kerja daerah (OPD) di lingkup pemkab setempat.

Salah satu buktinya, kinerja dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) menjelang satu semester tahun ini, serapan anggarannya baru sekitar 5 persen. Sebab, dari pagu anggaran Rp 25 miliar, baru terserap Rp 1,4 miliar.

“Disbudpar, baru sekitar 5 persen,” kata Kepala Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ibnu Soeyoeti kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Menurut dia, sesuai pagu anggaran disbudpar di dalam dokumen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2018, belanja untuk barang dan jasa cukup dominan, dibanding belanja pegawai dan belanja modal. Untuk belanja modal belum terserap sama sekali.

Sebaliknya, untuk belanja rutin atau belanja pegawai sudah mencapai  18 persen. Sebab, dari pagunya sebesar Rp 2,6 miliar, sudah terserap Rp 49 persen.

Kemudian untuk belanja barang dan jasa baru terserap 6 persen, dengan rincian pagu anggaran Rp 14,7 miliar, baru terserap sekitar Rp 974 juta.

Sehingga, masih banyak program yang belum berjalan. Meskipun untuk anggaran sudah tersedia sejak pengesahan APBD awal tahun lalu.

“Untuk ini belanja barang dan jasa yang paling tinggi,” imbuhnya.

Sesuai dokumen APBD 2019, disbudpar memiliki sejumlah proram unggulan di tahun ini. Namun beberapa program yang sudah dianggarkan miliaran rupiah itu tampaknya belum berjalan. Sebab, dilihat dari pagu anggarannya, belanja tersebut belum terserap.

Beberapa program unggulannya di antaranya, pengembangan nilai budaya dipatok anggaran Rp 2,2 miliar, kemudian pengembangan pemasaran pariwisata Rp 3,7 miliar, pengelolaan kekayaan budaya Rp 1,2 miliar, pengembangan destinasi pariwisata Rp 9,1 miliar, dan program pengembangan kemitraan Rp 2,3 miliar.

“Sesuai laporannya, angaran itu belum terserap,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro Amir Syahid belum bisa dikonfirmasi, saat didatangi di kantornya sedang tidak ada, dihubungi ponselnya belum tersambung, dan pesan singkat yang dikirim juga belum dibalas.

(bj/msu/aam/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia