Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Teuku Umar Kini Jadi Jalur Terpadat

23 Mei 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SENTRA KERAMAIAN: Terlihat pengendara padat melintas Jalan Teuku Umar. Jalan ini kini terpadat di kawasan perkotaan.

SENTRA KERAMAIAN: Terlihat pengendara padat melintas Jalan Teuku Umar. Jalan ini kini terpadat di kawasan perkotaan. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Jalan Teuku Umar, Bojonegoro, kini menjadi jalur terpadat. Jalan membujur timur-barat ini dipenuhi toko, ruko, dan kafe-kafe sentra makanan dan minuman.

Tentu, selama Ramadan ini menjadi jalur terpadat, terutama ketika sore. Sebab, banyak warga berburu takjil dan beragam makanan untuk berbuka. Begitu pun jam-jam lainnya, jalur ini juga padat kendaraan melintas.

Sebelumnya, Jalan Diponegoro menjadi akses terpadat. Namun, kini beralih Jalan Teuku Umar. Bahkan, kepadatan ini hingga Jalan Pemuda. Selain toko-toko, juga terdapat pasar modern.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono mengatakan, Jalan Teuku Umar kini juga dipenuhi dengan pedagang kaki lima (PKL) dadakan. “Pedagang dan toko di Jalan Teuku memang berjajar, sehingga masyarakat paling sering melintasi jalur tersebut,” katanya kemarin (22/5).

Untuk mengantisipasi lalu lintas agar tidak semrawut, kata Adie, sapaannya, jumlah petugas parkir yang diterjunkan pun dikonsentrasikan di titik-titik jalur yang padat tersebut. Seperti Jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro, dan Jalan Panglima Sudirman.

Di jalan-jalan protokol tersebut, petugas parkir berjaga hingga malam. Lalu, jumlah petugas parkir ditambah di sekitaran Masjid Darussalam dan Alun-Alun Bojonegoro.

“Kalau parkir tertata rapi, jalan tidak ada hambatan,” terangnya.

Sementara itu, pihaknya juga masih menemukan petugas parkir bukan dari dinas perhubungan (dishub), melainkan pemuda desa setempat. Adie sudah mengimbau kepada kepala desa agar tidak memberikan surat tugas bagi petugas parkir itu.

“Karena petugas parkir dari pemuda setempat itu tidak legal,” pungkasnya.

(bj/gas/rij/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia