Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Terdakwa Dugaan Suap Proyek Kecamatan Sukosew

Marfuah Pilih Kasasi

22 Mei 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

UPAYA HUKUM: Marfuah usai menjalani pemeriksaan di kejari. Kini, kasasi ke MA. MA.

UPAYA HUKUM: Marfuah usai menjalani pemeriksaan di kejari. Kini, kasasi ke MA. MA. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Siti Marfuah, kontraktor menjadi terdakwa dugaan suap proyek Kantor Kecamatan Sukosewu, tak bisa berkelit dari hukum. Vonis majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya memastikan Marfuah tetap bersalah.

Putusan PT Surabaya menguatkan keputusan PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang memvonis penjara 2 tahun. Dan, pidana denda Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara. Atas vonis banding ini, terdakwa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Risalah pemberitahuan putusan banding baru saya terima 9 Mei lalu. PT Surabaya menguatkan PN Surabaya dan klien kami pun langsung meminta untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pada 15 Mei,” kata Fajar Juliyanto, penasihat hukum Siti Marfuah.

Adapun memori kasasi sudah dikirim ke MA pada Senin (20/5) lalu. Inti dari memori kasasi itu, yakni menyampaikan keberatan atas putusan banding PT Surabaya. Menurutnya, pertimbangan-pertimbangan hukum yang digunakan tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

Pihaknya akan bersikukuh bahwa kasus yang dihadapi oleh kliennya merupakan konteks hukum perdata, bukan pidana. “Sehingga, kesannya ada pergeseran logika hukum yang menimpa klien kami. Karena itu kami berharap tuduhan dari JPU (jaksa penuntu umum) itu tidak terbukti,” ungkap dia.

Diketahui, majelis hakim PN Tipikor Surabaya memvonis pidana penjara dua tahun denda Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara kepada terdakwa. Menurut hakim, Marfuah terbukti melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Putusan hakim ini lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU. Tim JPU memberikan tuntutan berdasarkan pasal 13 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan pidana penjara 3 tahun, denda Rp 150 juta subsider 6 bulan.

Selain Marfuah, perkara ini juga menyeret mantan Kabag Pemerintahan Supi Haryono. Marfuah selaku kontraktor diduga menyuap Supi. Dan Supi telah mendekam di tahanan setelah divonis 2 tahun 8 bulan.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan mengatakan, sebelum terdakwa mengajukan kasasi, pihak kejari sempat hendak mengeksekusi putusan banding PT Surabaya.

Ia pun tak ingin berkomentar banyak atas keputusan terdakwa untuk mengajukan kasasi. “Itu kan hak terdakwa, kami mengikuti saja,” pungkasnya.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia