Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Sekolah Pinggiran Dilirik Belakangan

22 Mei 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERBASIS DATA: Petugas PPDB SMP negeri memanfaatkan komputer untuk memantau pergeseran calon siswa yang mendaftar kemarin (21/5).

BERBASIS DATA: Petugas PPDB SMP negeri memanfaatkan komputer untuk memantau pergeseran calon siswa yang mendaftar kemarin (21/5). (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Meski penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP negeri menerapkan jalur zonasi, sekolah pinggiran tetap kurang dilirik. Hingga kemarin (21/5) sekolah yang dianggap kurang favorit masih kekurangan murid.

SMPN 5 Lamongan misalnya. Hingga hari kedua PPDB baru mendapatkan 114 pendaftar. Padahal, pagu yang ditetapkan 168 siswa. “Grafik pendaftar masih terus berubah karena PPDB masih dua hari lagi,” ujar Kepala SMPN 5 Lamongan, Yateni, saat ditemui Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, karena pendaftaran masih dibuka, jumlah pendaftar juga bisa berubah.

Penerapan zonasi bertujuan memberikan kesempatan sama bagi seluruh calon peserta. Khususnya, mereka yang tinggal dekat dengan sekolah.

Yateni  menjelaskan, pagu SMPN 5 Lamongan masih ada. Pendaftaran juga masih dibuka dua hari lagi. Terkait jalur prestasi, tidak ada pendaftar di SMPN 5 Lamongan. Hanya ada dua pendaftar di jalur perpindahan orang tua.

Yateni belum bisa menganalisa terkait penerapan zonasi tersebut. Jika mengacu tahun lalu, maka ada perpanjangan untuk pendaftaran.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Lamongan, Yayuk Setia Rahayu, mengatakan, jumlah pendaftar terus berubah. Pagu lembaga masih sama dengan tahun lalu, 320 siswa. Dari jumlah itu, tersisa 288 kursi jalur zonasi. Sebab, 32 kursi terisi dari  jalur prestasi dan perpindahan orang tua.

Berdasarkan data sementara, lanjut Yayuk, jalur zonasi terendah jarak domisili radius 4.195 meter (m). Sedangkan tertinggi 139 meter. Dia menilai calon siswa yang tertinggi itu masih aman. Sementara yang terendah ada kemungkinan tergeser. Apalagi limpahan dari SMPN 1 Lamongan diperkirakan sangat banyak.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid SMP Dinas Pendidikan Lamongan, Chusnu Yuli, mengklaim mekanisme PPDB ini sudah paling baik. Alasannya, siswa memiliki kesempatan sama. Semua anak bisa berprestasi dan mendapat pendidikan terbaik.

Bagi lembaga yang belum terpenuhi pagunya, lanjut dia, dipastikan tetap terpenuhi. Dengan catatan, selama jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut masih ada. “Karena mereka ada tiga pilihan, selain itu pendafataran masih dibuka,” katanya. (rka/yan)

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia