Rabu, 19 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Komitmen SKK Migas-EMCL Membantu Pemerintah d

Bulan Mei: Hari Buku dan Kebangkitan Pendidikan di Bojonegoro - Tuban

22 Mei 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PAMER KARYA: Para Guru dari Pusat Belajar Guru (PBG) memperlihatkan buku-buku karya mereka yang baru diluncurkan.

PAMER KARYA: Para Guru dari Pusat Belajar Guru (PBG) memperlihatkan buku-buku karya mereka yang baru diluncurkan. (Istimewa)

Bulan Mei merupakan bulan penting bagi dunia pendidikan. Selain memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, 17 Mei diperingati Hari Buku Nasional. Ini menjadi deretan momentum sebelum memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei; menandai geliat gerakan aktivis cendekia  pada masa awal perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Seiring dengan semangat tersebut, Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro dan PBG Tuban mendorong para pegiat pendidikan untuk menulis dan menghasilkan buku melalui serangkaian pelatihan. Hasilnya melebihi ekspektasi. Guru-guru peserta pelatihan di Bojonegoro dan Tuban mampu menelurkan 43 buku. Topiknya beragam, dari cerita tentang kisah keseharian guru, kumpulan cerpen, psikologi pendidikan, hingga metode pembelajaran berdasarkan pengalaman terbaik guru.

Ketua PBG Bojonegoro Edy Dwi Susanto mengatakan, pelatihan menulis buku membantu pegiat pendidikan dalam mengolah referensi. Bahkan, melakukan eksperimen untuk pelengkap bahan tulisan.

YANG BERPRESTASI: Beberapa guru mendapatkan penghargaan dalam lomba Best Practice yang diselenggarakan dalam Program Pengembangan Kapasitas Guru PBG.

YANG BERPRESTASI: Beberapa guru mendapatkan penghargaan dalam lomba Best Practice yang diselenggarakan dalam Program Pengembangan Kapasitas Guru PBG. (Istimewa)

Menurutnya, dengan menulis buku, guru tidak hanya mengajar, tapi juga memberi contoh bagaimana menghasilkan karya. Selain itu, buku juga menjadi bahan penilaian dalam sertifikasi guru.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Hanafi mengaku gembira melihat hasil pelatihan yang berhasil membangkitkan antusiasme guru.

''Buku yang dihasilkan sebagian besar bercerita tentang pengalaman keseharian guru, sehingga dapat menginspirasi pendidik lain,'' tuturnya.

Misalnya, buku berjudul Bermain Di Kelas Mengapa Tidak? Karya pendidik SMP Negeri Sumberrejo Bojonegoro, Wiwik Dwi Rahayu. Melalui buku tersebut, Wiwik berbagi tips belajar bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan bagi siswa. Metode pembelajaran melalui bermacam permainan yang menguatkan memori siswa dalam menyerap kosa kata.

Untuk mengapresiasi keberhasilan guru dalam rangkaian program tersebut, PBG Bojonegoro dan PBG Tuban menyelenggarakan acara bertajuk Gelar Puncak Karya. Sebuah kegiatan yang berisi seminar, bedah buku, dan pameran media karya pembelajaran. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Bojonegoro pada 6 April. Sedangkan di Tuban 3 Mei 2019.

Dukungan EMCL terhadap Guru dan Buku

Pendirian PBG tidak lepas dari peran operator lapangan Migas Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Bersama dinas pendidikan (disdik) dari kedua kabupaten dan atas persetujuan serta dukungan SKK Migas, pada pengujung 2013, EMCL melatih sejumlah guru untuk dijadikan Guru Ahli dan pengelola PBG. Untuk  menunjang kegiatan Guru Ahli, Pemkab Tuban mempersilakan EMCL merenovasi sebuah gedung sekolah di  Jalan Panglima Sudirman 283 yang kini menjadi PBG Tuban. Hal yang sama juga dilakukan Pemkab Bojonegoro yang mengalihfungsikan bekas gedung SMPN 2 di  Jalan Rajawali 3 kini menjadi PBG Bojonegoro.

Pada 2018, EMCL menyelenggarakan program peningkatan kapasitas guru seperti lokakarya dan studi banding. Meliputi lokakarya bahan ajar berbasis informasi teknologi (IT), kesehatan reproduksi,  assessment, literasi, dan pendidikan karakter. Juga, lomba kreativitas guru, seminar penelitian dan pengembangan, serta bimbingan teknis penulisan artikel.

Selain itu, para guru melakukan studi banding ke sekolah Madania di Bogor, metode pendidikan Montessory di Andalusia Malang, dan studi pelestarian lingkungan hidup di PPLH Seloliman, Trawas, Mojokerto.

External Affairs Manager EMCL Dave A. Seta mengatakan, EMCL berkomitmen mendukung pemerintah dalam upaya pengembangan pendidikan. Terlebih,  pada pengembangan kapasitas guru. Menurutnya, guru merupakan kunci sukses dalam peningkatan kualitas pendidikan.

''Karena itu, karya-karya para guru patut diapresiasi, terutama guru yang menorehkan karya lewat buku,'' ujar dia.

Untuk menunjang ketersediaan literatur, EMCL juga membantu lebih dari 7.000 buku untuk sekolah dan perpustakaan di berbagai instansi pendidikan.

''Seluruh dukungan ini merupakan komitmen industri hulu migas dalam membantu pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan masyarakat,'' pungkas Dave.

(bj/*/ds/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia