Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
PPDB Zonasi Dibuka, Peserta Lebih Banyak

Jalur Mutasi Tugas Ortu Minim Pendaftar

21 Mei 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HARUS SABAR DAN ANTRE: Para calon wali murid SMP negeri di Lamongan saat mendaftarkan anaknya di jalur zonasi yang dibuka mulai kemarin (20/5).

HARUS SABAR DAN ANTRE: Para calon wali murid SMP negeri di Lamongan saat mendaftarkan anaknya di jalur zonasi yang dibuka mulai kemarin (20/5). (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Setelah pendaftaran jalur prestasi dan perpindahan orang tua, kini calon siswa bisa berburu SMP negeri dengan jalur penerimaan peserta didik baru (PPDB) online dengan jalur umum atau zonasi. Pendaftaran jalur tersebut berakhir lusa (23/5).

 ‘’Pendaftar bisa mengisi secara online pilihan sekolah pertama, sekolah kedua, dan sekolah ketiga,’’ tutur Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Chusnu Yuli Setyo, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (20/5).

Mekanisme PPDB SMP negeri tahun ini mengacu Permendikbud Nomor 51 Tahun 2019. Zonasi dihitung berdasarkan kedekatan rumah dengan lokasi sekolah.

‘’Jika pagu di sekolah pertama terpenuhi, maka siswa tersebut secara otomatis akan tergeser ke pilihan kedua atau pilihan ketiga,’’ ujar Chusnu.

Dia memastikan tidak ada batasan nilai karena tidak menggunakan ujian nasional (UN). Siswa dengan kemampuan seperti apapun bisa diterima di sekolah yang dekat dengan rumahnya.

Tujuannya, lanjut dia, ada pendidikan yang merata di seluruh SMP negeri di Lamongan. Sebelumnya, siswa berprestasi hanya berkumpul di sekolah favorit.

Menurut Chusnu, semua siswa bisa masuk di sekolah yang diinginkan, tanpa harus ada prioritas nilai yang paling tinggi. Siswa berkemampuan paling rendah pun bisa diterima, asalkan dekat dengan sekolah tersebut.

‘’Jadi nantinya anak berprestasi tersebar di mana-mana,’’ kata Chusnu saat dikonfirmasi via ponsel.

Sekolah favorit kini harus menerima siswa dengan kemampuan di bawah standar. Chusnu mengakui bahwa sekolah favorit menerima banyak siswa berprestasi terkendala Permendikbud. ‘’Secara aturan jalur prestasi dan mutasi orang tua sebesar 10 persen. Tapi tahun depan akan kita ajukan agar bisa ditambahkan,’’ katanya.

Dia mengatakan, sekolah favorit sudah menerapkan budaya mutu. Sehingga, siswa yang diterima akan menyesuaikan sistem pendidikan yang ada di sekolah tersebut. ‘’Seperti apapun kemampuan anak harus diterima, karena memang itu hak warga sekitar untuk belajar di sekolah tersebut. Ini juga sambung kabupaten layak anak,’’ imbuhnya.

Chusnu menuturkan, pendaftaran jalur prestasi akademik atau nonakademik dan mutasi tugas orang tua sebesar 10 persen sudah dilaksanakan 18 Mei lalu. ‘’Hari ini (kemarin) yang offline sudah ada pengumumannya,’’ katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMPN 1 Lamongan, Khoirul Anam, membenarkan bahwa pendaftaran offline sudah diumumkan kemarin. Total ada 32 siswa yang diterima jalur tersebut.

Seharusnya, jatah jalur prestasi akademik dan nonakademik 16 siswa. Sedangkan mutasi tugas orang tua juga 16 siswa. Namun, jumlah siswa mutasi tugas orang tua minim. Sehingga sisanya diisi siswa berprestasi.

‘’Jadi mutasi tugas orang tua hanya 2 siswa. Yang 14 siswa kita limpahkan ke jalur prestasi sebanyak 30 siswa,’’ jelas Anam.

Anam mendukung bila ke depan diusulkan adanya penambahan jumlah siswa dari jalur prestasi. Sebab, jumlah pendaftar dari jalur prestasi cukup tinggi. Yakni, 68 siswa jalur prestasi yang tak terakomodasi dan tak bisa diterima di SMPN 1 Lamongan. 

‘’Ya ada min-plusnya kebijakan baru. Tapi tujuannya kan untuk pemerataan pendidikan,’’ tukasnya.

Pada tahun ajaran mendatang, SMPN 1 Lamongan menyediakan 10 pagu dengan total 320 siswa. Pada PPDB online ini hanya diambil sebanyak 288 siswa.

‘’Sekarang ini sudah melebihi. Terhitung 400 anak yang terdaftar secara online di SMPN 1 Lamongan,’’ katanya.

Anam mendukung aturan baru ini. Sebab, akses pendidikan dinikmati oleh seluruh peserta didik di Lamongan. Sedangkan, dari sisi kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab pihak sekolah, guru, dan semua komponen pendidikan untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik.

‘’Masak masyarakat yang terdekat dengan sekolah, tidak boleh masuk di sekolah itu, itu kan tidak adil. Padahal akses pendidikan kan akan dinikmati seluruh masyarakat,’’ ujar Anam.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Lamongan Yayuk Setia Rahayu mengaku bahwa pihaknya sudah mengumumkan sebanyak 26 siswa jalur prestasi dan 6 siswa mutasi tugas orang tua.

Terdata 228 siswa yang telah mendaftar di SMPN 2 Lamongan dari kuota 320 siswa yang diterima. Yayuk mengatakan, nantinya masih ada tambahan siswa yang memilih pilihan kedua ke SMPN 2 Lamongan dari SMPN 1 Lamongan.

‘’Walaupun menggunakan zona dekat dengan sekolah, tapi kan ada jalur prestasi juga,’’ ujarnya.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia