Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Beban PAD Hotel GDK Tahun Ini Naik

Manajemen Baru Berlaku Bulan Depan

21 Mei 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

LOYO:  Griya Dharma Kusuma yang merupakan BUMD saat ini tidak mencapai target setoran ke PAD.

LOYO: Griya Dharma Kusuma yang merupakan BUMD saat ini tidak mencapai target setoran ke PAD. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Manajemen Griya Dharma Kusuma (GDK) harus bekerja ekstrakeras. Sebab, tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) lebih tinggi dibanding tahun lalu. “Tahun ini target kita Rp 250 juta. Tahun lalu masih di bawah Rp 200 juta,” ujar Direktur Hotel GDK Nila Puri Wijaya ditemui usai pertemuan dengan Komisi B DPRD kemarin (20/5).

Puri menjelaskan, tahun lalu target yang diberikan tidak berhasil dicapai. Namun, tahun ini pihaknya yakin target tersebut akan terealisasi. Optimisme Puri ini karena berubahnya manajemen GDK. Dalam waktu dekat manajemen GDK akan bergabung dengan manajemen jaringan Hotel Kasyara. Dengan manajemen baru diharapkan kinerja GDK akan lebih baik.

“Kami yakin akan lebih baik. Kita akan fokus ngejar PAD,” terang Puri.

Proses penggabungan manajemen GDK dengan Kasyara sudah berlangsung sejak awal tahun ini. Diperkirakan bulan depan proses penggabungan itu sudah selesai. “Bulan depan Kasyara sudah menurunkan manajernya,” ujarnya.

Bergabungnya GDK dengan Kasyara nantinya akan mengubah layanan. Standar pelayanan juga akan diubah sesuai dengan Kasyara. Puri menjelaskan, bergabungnya GDK dengan Kasyara bukan akuisisi. Namun, lebih pada manajemen pengelolaan saja. Kasyara nanti akan mengelola manajemen GDK agar bisa mencapai target.

Puri menjelaskan, ide menggabungkan manajemen Hotel GDK dengan Kasyara bukan atas inisiatif internal GDK. Namun, itu adalah saran dari dewan riset daerah (DRD). DRD adalah lembaga yang dibentuk memberikan pertimbangan dan saran untuk pembangunan Bojonegoro.

Puri mengakui, dibanding badan usaha milik daaerah (BUMD) lainnya, GDK memang masih tertinggal jauh. Sebab, sepinya okupansi membuat GDK kesulitan keuangan. “Semua orang sudah tahu bagaimana kondisi GDK,” ungkap dia.

(bj/rij/zim/cho/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia