Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Lelang Lambat, Kontraktor Lokal Jangan Teraba

Nilai Proyek Terlalu Besar

21 Mei 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Proyek perbaikan jalan dan jembatan yang hingga kini masih belum berjalan, mendapat sorotan. Padahal, bulan depan sudah pertengahan tahun. Hingga kini proses lelang sejumlah proyek pun belum kelar. Tentu dengan durasi singkat, pengerjaan rawan tak sesuai target.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Muhammad Fauzan menjelaskan, hingga kini belum ada proyek jalan dan jembatan yang dikerjakan. Kondisi jalan dan jembatan masih sama seperti tahun lalu. “Dibanding tahun sebelumnya tahun ini memang lambat,” tegas Fauzan kemarin (20/5).

Penyerapan anggaran di dinas pekerjaan umum (DPU) bina marga dan penataan ruang masih rendah. Memasuki Mei, dinas yang menangani pengerjaan jalan dan jembatan itu, ternyata anggaran baru terserap Rp 6,8 miliar. Dari total anggaran tahun ini Rp 826 miliar. Atau 0,82 persen. Sehingga, masih tersisa anggaran Rp 820 miliar.

Juga, dinas perumahan, kawasan permukiman (perkim) dan cipta karya juga melakukan hal yang sama. Sesuai data realiasi serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2018, dinas beralamatkan di Jalan Lettu Suyitno itu, baru menyerap anggaran sekitar 1,5 persen dari pagu anggaran Rp 537 miliar. Sampai saat ini realisasi baru Rp 8,2 miliar atau sekitar 1,5 persen.

Menurut Fauzan, belum dimulainya proyek disebabkan sulitnya menemukan pemenang lelang. Itu karena nilai proyek yang terlalu besar. Mencapai puluhan miliar. Sehingga, wajar jika sangat sulit menemukan pemenang lelangnya.

“Apalagi rekanan lokal. Pasti kesulitan untuk menemukan pemenangnya,” ujar politikus Demokrat itu.

Pemenang lelang proyek memang tidak harus rekanan lokal Bojonegoro. Bisa rekanan dari daerah manapun. Namun, rekanan lokal jangan sampai diabaikan. Itu agar rekanan lokal juga ikut andil dalam pembangunan daerah.

Menurut Fauzan, pengerjaan jalan dan jembatan sebenarnya tidaklah lama. Jika bahan baku tersedia, pengerjaan hanya akan berlangsung dua sampai tiga bulan. Sehingga, meskipun saat ini belum progres dia yakin bisa selesai sebelum pelaksanaan APBD Perubahan.

Pemkab saat ini mengutamakan pembangunan infrastruktur, yakni jalan dan jembatan. Anggaran yang digelontorkan tidak main-main mencapai Rp 600 miliar. Sehingga, nilai per proyeknya bisa mencapai puluhan miliar.

Terkait dengan jalur mudik, lanjut Fauzan, dia yakin itu tidak berpengaruh. Sebab, pengerjaan jalur mudik nanti bisa dilakukan tambal sulam biasa. Sedangkan proyek itu nantinya akan jangka panjang. “Saya kira tidak pengaruh. Sebab, jalur mudik tidak hanya jalan kabupaten. Tapi jalan provinsi dan nasional juga,” jelasnya.

Terkait itu, dia minta pemkab untuk segera menyelesaikan jalur mudik tersebut. Sehingga, pemudik nanti tidak terhambat oleh akses jalan yang masih belum bagus.

(bj/rij/zim/aam/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia