Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Kunjungan Meningkat, Banyak Fasilitas Alun - Alun Rusak

20 Mei 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HAMPIR LEPAS: Salah satu fasilitas di Alun – Alun Kota Lamongan yang rusak. Sebagian bangunannya juga terlihat retak.

HAMPIR LEPAS: Salah satu fasilitas di Alun – Alun Kota Lamongan yang rusak. Sebagian bangunannya juga terlihat retak. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA - Jumlah kunjungan ke Alun - Alun Kota Lamongan meningkat selama Ramadan. Jika sebelum Ramadan maksimal pengunjung 300 orang per hari, maka saat bulan suci ini bisa mencapai 500 orang lebih per hari.

“Apalagi saat ada acara,  bisa ribuan orang memadati Alun - Alun Lamongan,” ujar Koordinator Alun - Alun Lamongan, Setyo Widodo.

Banyaknya pengunjung itu ternyata berdampak pada kerusakan fasilitas yang ada. Menurut Widodo, setiap ada even yang berlokasi di alun-alun, maka pihaknya harus meminta bantuan petugas untuk mengawasi berbagai spot seperti lokasi air mancur, lampu penerang trotoar, lampu hias depan masjid, dan pohon-pohon yang baru ditanam.

Alasannya, spot-spot tersebut cukup rentan. Meski dalam pemeliharaan, diharapkan tidak ada yang berusaha merusaknya.

Dia mengatakan, untuk lampu hias di depan Masjid Agung, sebagian sudah padam. Namun pemeliharaan dilakukan dengan pemasangan lampu dan kabel baru. Lampu lama menggunakan kabel pendam.  Sehingga, apabila dilakukan perbaikan harus menyeluruh. “Kalau menunggu perbaikan rekanan juga lama, jadi kita perbaiki sendiri meski belum maksimal,” tuturnya.

Beberapa fasilitas permainan anak juga dalam pemeliharaan semua. Dia mengklaim penggunaan sarana prasarana secara terus menerus  tentu butuh pemeliharaan berkala. Terkait rencana penambahan bianglala. Setyo menuturkan sedang proses lelang. Dia belum bisa memastikan waktunya. Namun diharapkan bisa segera dilakukan pembangunan. Sebab kegiatan tersebut masuk agenda tahun ini. “Tepatnya belum tau, karena langsung dinas yang menangani,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Perkim Lamongan, Suhadi Cahyo Utomo, mengatakan, karena ketinggian bianglala melebihi 27 meter, maka harus dilakukan uji lapangan untuk memastikan keamanan. Bahan yang digunakan juga harus sesuai kondisi di lapangan.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia