Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Potensi Sampah di Bengawan Solo Diprediksi Meningkat

20 Mei 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MENINGKAT: Diperikrakan sampah di bantaran sungai bengwan solo meningkat selama bulan ramadan dan rbatan.

MENINGKAT: Diperikrakan sampah di bantaran sungai bengwan solo meningkat selama bulan ramadan dan rbatan. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Potensi sampah di bantaran sungai bengawan solo diperkirakan akan terus meningkat. Sebab, potret masyarakat di bulan ramadan hingga menjelang lebaran riuh perihal makanan berbungkus plastik atau limbah lainnya.

Kesadaran msayarakat akan sampah di Kota Ledre masih memprihatinkan.

Pantauan di taman bengawan solo (TBS), terlihat sampah plastik dan limbah aktivitas pasar kota bersebaran di tepian.

Sementara, dibantaran sungai juga terdapat sejumlah sampah yang mengambang. Terutama kayu dan ranting bambu atau pohon.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Azizah, aktivitas masyarakat selama bulan ramadan yang identik dengan makanan dapat mempengaruhi kadar sampah di bantaran bengawan solo. Ditambah pula, asupan sampah dari hulu.

‘’Ya sekarang volume air bengawan solo sedang surut. Sampah yang datang dari hulu didominasi kayu dan ranting pohon atau bambu,” kata dia kemarin (19/5).

Lanjut dia, tingkat kesadaran masyarakat akan sampah masih memprihatinkan. Ada perilaku dari masyarakat di sekitar pasar kota atau TBS yang membuang sampah ke tepian bengawan solo.

‘’Sampah tersebut sudah kita bersihkan. Tapi mindset masyarakat masih belum paham akan urgensi dampak sampah terhadap lingkungan,” jelasnya,

Meski begitu, pihaknya saat melakukan pembersihan. Khususnya pasukan kuning di TBS sudah rutin membersihkan sampah yang berada di tepi bengawan solo, namun bukan di tengah sungai.

‘’Saat pembersihan sudah kita ingatkan dan beri pemahaman kepada masyarakat. Tapi masih belum berdampak,” ujar dia.

Bahkan menurut dia, pihaknya telah menyiapkan tempat pembuangan sampah (TPS) di sekitaran kota. Namun, masyarakat tidak membuang sampah tepat pada kontainer TPS nya.

‘’Sehingga sampah bersebaran di luar kontainer. Dan sebenarnya masyarakat sudah paham akan dampak tersebut, namun belum memilki kesadaran. Itu kuncinya,” tuturnya. (dny/aam)

(bj/dny/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia