Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Imbauan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)

Akhiri Perdebatan-Perbedaan Pilihan demi Sebuah Kebersamaan Menuju Ind

15 Mei 2019, 09: 57: 33 WIB | editor : Amin Fauzie

BELAJAR KEJATENG: FKUB Kabupaten Tuban studi banding kerukunan umat beragama di Semarang belum lama ini.

BELAJAR KEJATENG: FKUB Kabupaten Tuban studi banding kerukunan umat beragama di Semarang belum lama ini.

Share this      

Demi menjaga kehidupan umat beragama dan kehidupan keagamaan yang damai, toleran, serta untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman dan tenteram pasca Pemilu 2019, petinggi ormas agama di Tuban yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyampaikan seruan.

Ketua FKUB Tuban KH Masduqi Nursjamsji:

Rasa syukur kita sebagai bagian dari umat beragama rasanya perlu kita panjatkan kepada Allah SWT yang mana  proses demokrasi sebagai sarana yang telah kita sepakati bersama dalam bernegara dalam memilih pemimpin (pilpres dan pileg) telah berjalan dengan aman, damai dan menggembirakan.
Siapa pun presiden dan wakil rakyat terpilih harus kira terima dengan baik dan legowo, karena kita tahu bahwa pemilu hanyalah sarana terwujudnya kesejahteraan.

FKUB mengimbau untuk menjaga kebersamaan sebagai anak bangsa. Sudah saatnya kita mengakhiri perdebatan dan perbedaan pilihan demi sebuah kebersamaan menuju Indonesia ke depan yang lebih baik. Perpecahan tidak akan menghasilkan kebaikan apa pun dan tidak akan menguntungkan siapa pun. Bahkan yang rugi adalah kita semua sebagai rakyat dan bangsa Indonesia.
Hari ini, kita masih mendengar opini kecurangan dan lainnya. FKUB mengimbau untuk menyerahkan sepenuhnya kepada proses dan mekanisme sesuai perundangan yang berlaku. Rakyat harus memercayai sepenuhnya pada proses-proses tersebut, sebagai upaya menjamin sistem demokrasi ke depan yang lebih baik. Jadi, bukan menarik demokrasi mundur ke belakang dengan ajakan-ajakan gerakan people power yang justru akan merugikan kita semua. Tidak ada yang diuntungkan! Karena itu, FKUB mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menolak gerakan yang justru mencederai demokrasi.

Sekretaris FKUB Tuban Dr. Ir. H. M. Amenan, MT:

Pada bulan suci Ramadan 1440 Hijriah ini, kami mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan kesempatan di bulan suci ini untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Berupaya bersama-sama meningkatkan ukhuwah islamiyah, menjalin silaturahim, menghindari fitnah, dan perpecahan, serta saling memaafkan antarsesama manusia.

Kepada umat beragama, kami mengimbau untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan, ketertiban dan situasi yang kondusif di bulan Ramadan dan pasca Pemilu 2019. Yakni, dengan mengedepankan persamaan, persaudaraan, dan tidak melakukan tindakan kekerasan atas nama apa pun. Juga, jangan mudah terhasut dengan isu-isu negatif dan tidak mudah terprovakasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan mengedepankan rasa kebencian dan permusuhan!

Siapa pun harus menerima dengan besar hati hasil pemilu. Mari kita jaga negeri ini dengan penuh rasa persaudaraan. Karena persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tanggung jawab kita bersama.

FKUB juga mengajak seluruh umat beragama untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, berkomitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

(bj/ds/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia