Jumat, 20 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial

Pemilu Aman, Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Menolak Ajakan People Pow

14 Mei 2019, 09: 39: 22 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Gelar pemilu di Lamongan sudah selesai. Pelaksanaansecara keseluruhan berjalan aman dan lancar. 

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lamongan,  Masnur Arif, bersyukur pemilu berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga saat ini. Semua masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurut dia, siapapun presiden - wakil presiden yang terpilih nanti, harus diterima dengan baik demi kemajuan Indonesia ke depan agar lebih baik lagi. Pemilu itu hanya wasail atau sarana dan maqashid tujuannya mewujudkan kesejahteraan rakyat, litahhiq al-mashalih al-ibad. Jangan sampai hanya karena kepentingan politik kekuasaan dan kepentingan kelompok, mengorbankan kepentingan bangsa dan negara yang lebih penting.

‘’Ada qaidah fikih menyebutkan, dar’ul mafasid muqaddamu ‘alal jalbil mashalih. Mencegah kerusuhan mafsadah itu harus diutamakan daripada hanya mengejar keuntungan jabatan dan kekuasaan semata,’’ katanya.

Jika memang ada dugaan kecurangan pemilu, lanjut dia, harus diselesaikan melalui jalur konstitusi yang disediakan oleh peraturan perundang - undangan.  Sebagaimana yang disebutkan dalam qaidah  fikih, hukmul hakim ilzamun wayarfa'ul khilaf, putusan hakim jalur konstitusional itu bersifat mengikat dan menghilangkan perbedaan pendapat.

‘’Untuk itu kami mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat menolak ajakan people power,’’ ujarnya.

Sampai saat ini, semuanya menunggu keputusan resmi dari KPU. Meskipun, kedua kubu saling klaim menang.

Sementara itu, Asisten Imam Gereja Katolik Lamongan, Stephanus Subijono, menyatakan, dirinya sepakat setelah pemilu serentak digelar, semua kembali lagi kepada kesatuan bangsa. Meskipun ada perbedaan pendapat dan pilihan saat pemilu, dia menilai wajar karena menjalankan pesta demokrasi.

‘’Tatapi sekarang, saya minta semua harus kembali menjaga keutuhan bangsa dan negara,’’ pintanya.

Dia berharap masyarakat tidak mengikuti ajakan people power. Jika menemukan adanya kecurangan, maka bisa langsung melaporkan ke pihak berwajib. Kalau ada ajakan people power, maka dinilai ada salah satu kepentingan yang lain.

‘’Jangan sampai ada people power karena saya tidak setuju. Karena mementingkan satu orang saja,’’ jelasnya.

KPUK Lamongan, bawaslu, PPK, PPS serta KPPS, selama ini dinilainya sudah bekerja dengan jujur, adil, transparan, serta demokratis. Sampai saat ini, pemilu telah dilaksankan dengan aman dan kondusif.

(bj/*/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia