Jumat, 20 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kerap Macet, Berlakukan Buka-Tutup Jalan

14 Mei 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MACET: Arus lalu lintas macet panjang di desa sudu gayam akibat efek dari pelebaran jalan.

MACET: Arus lalu lintas macet panjang di desa sudu gayam akibat efek dari pelebaran jalan. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Pelebaran Jalan Bojonegoro-Cepu, tepatnya di kawasan Desa Sudu, Kecamatan Gayam, berlangsung hingga malam. Pelebaran jalan itu membuat arus lalu lintas di kawasan itu mengalami kemacetan.

“Kita berlakukan buka-tutup,” ujar PPK Jalan Nasional di Bojonegoro Kristanto Yuda kemarin (13/5).

Yuda menjelaskan, sesuai target jalan itu nantinya akan selesai H-10. Saat itu semua ruas jalan akan dibuka. Sehingga, pengguna jalan atau pemudik bisa dengan mudah melintas. “Saat ini masih kita kebut terus pengerjaannya,” terangnya.

Yuda menjelaskan, pengerjaan pelebaran itu berlangsung lama. Sebab, tidak hanya pelebaran. Tapi, juga jalan itu ditinggikan. Sebab, jika tidak ditinggikan jalan itu akan ambles lagi. “Kita tinggikan 40 sentimeter (cm),” jelasnya.

Pelebaran jalan itu juga tidak banyak. Hanya 1,5 meter. Dari ukuran semula 6 meter menjadi 7,5 meter. Yuda menjelaskan, kontur tanah di kawasan itu tidak stabil. Sehingga, kondisi jalan menjadi bergelombang. Kondisi itu membuat pengguna jalan tidak nyaman. Sehingga, diperlukan pelebaran dan peninggian jalan.

Pengerjaan jalan itu sudah dilakukan sejak bulan lalu. Pengerjaan berjalan agak lambat karena itu jalur utama Bojonegoro-Ngawi dan Bojonegro-Blora. Kemacetan akibat perbaikan jalan itu tidak bisa dihindarkan.

Untuk jalan lainnya, terus dilakukan perbaikan ringan. Sehingga, H-10 mendatang semua jalan mulus. Selain pelebaran jalan di kawasan Desa Sudu, saat ini juga memperbaharui markah jalan. Markah jalan nasional kini bercat kuning.

“Saat ini jalan nasional memang diperintahkan memberikan markah kuning,” jelasnya.

Menurut Yuda, perubahan warna markah itu hanya untuk membedakan antara jalan nasional dan yang bukan. Sebab, selama ini masih belum ada pembeda antara mana jalan nasional, provinsi, dan nasional.

(bj/zim/rij/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia