Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

PPDB SMK Bebas Zonasi, tapi Pertimbangkan NUN

14 Mei 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BERBEDA dengan SMP dan SMA negeri yang harus menerapkan sistem zonasi tanpa mempertimbangkan nilai ujian nasional (NUN) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Khusus untuk SMK kebalikannya. Tanpa zonasi, tapi mempertimbangkan NUN.

‘’(Sesuai Permendikbud 51/2018, Red) khusus SMKN bebas, tidak ada zonasi. Sehingga bisa memilih sekolah di mana saja. Sesuai dengan jurusan yang diinginkan,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (12/5).

Bahkan, wilayah bebas zonasi untuk SMK tidak hanya untuk wilayah Tuban saja. Melainkan, seluruh wilayah se-Jawa Timur. Artinya, seluruh siswa dari berbagai daerah di Jawa Timur berhak mendaftar ke SMK di kabupaten/kota lain sesuai dengan bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian yang dipilih siswa.

‘’Kenapa SMK tanpa zonasi, karena ini terkait program keahlian yang dipilih. Jika di Tuban tidak ada program keahlian yang sesuai, maka bisa mencari di SMK luar Tuban. Bebas,’’ terang mantan kepala SMAN 3 Nganjuk itu.

Untuk pedoman teknisnya sampai saat ini masih dalam pembahasan. Termasuk domnis untuk mengatur maksimal pilihan jurusan. Sebagaimana tahun lalu, khusus SMK, satu siswa bisa memilih dua jurusan di kabupaten/kota yang berbeda. Misalnya, pilihan pertama di salah satu SMKN Tuban, kemudian pilihan kedua di salah satu SMKN Bjonegoro. ‘’Untuk domnisnya masih belum turun,’’ terang Adi.

Meski calon peserta didik SMK diberikan kebebasan untuk memilih sekolah tanpa batasan zonasi, namun dalam proses PPDB SMKN tetap mempertimbangkan NUN dan hasil tes bakat sesuai bidang keahlian yang dituju dengan menggunakan kriteria sekolah masing-masing. Alhasil, siswa yang diterima tetap berdasarkan urutan NUN dan nilai tes bakat. Hanya, jika nilainya sama, Permendikbud mengutamakan siswa yang berasal dari daerah sendiri atau yang jarak rumahnya paling dekat dengan sekolah.

(bj/tok/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia