Jumat, 20 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
265 Sekdes PNS Ditarik Pemkab

Penempatan Eks Sekdes PNS Dinilai Tak Manusiawi

13 Mei 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Kebijakan pemerintah kabupaten tentang penarikan PNS dari sekretaris desa (sekdes) sejak 1 Mei lalu, mulai dikeluhkan. Bahkan, kebijakan tentang penempatan tugas di tempat baru dianggap tak manusiawi.

Sebab, penempatannya tidak sesuai kebutuhan dan latar belakang keahliannya. Selain itu, penempatannya sangat jauh dari tempat tinggal. Karena mayoritas usianya sudah sekitar 50 tahun, maka sejak dipindah mulai banyak yang sakit.

“Pemindahan di tempat kerja baru sangat tidak manusiawi,” kata salah satu PNS mantan sekdes di Kecamatan Kanor, Imam R. kemarin (12/5).

Menurut dia, penarikan PNS dari sekdes di 265 desa se-Bojonegoro itu, dinilai sangat mendadak dan tidak ada persiapan dari para mantan sekdes tersebut. Padahal, mereka memiliki keluarga yang akan memengaruhi kualitas kinerja.

Selain itu, punya tanggung jawab pilkades serentak, yang bakal berlangsung Juni mendatang. Karena tiba-tiba ada penarikan, maka dipastikan akan berdampak pada program desa dan pelayanan desa.

“Semuanya serba mendadak, tak ada persiapan,” imbuh Joko, salah satu PNS mantan sekdes yang lain.

Dia menambahkan, PNS mantan sekdes itu usianya mayoritas sudah memasuki 40 tahun ke atas dan bahkan ada yang sudah lebih dari 50 tahun. Sehingga, kesehatannya berbeda dengan PNS yang usianya di bawah 40 tahun.

Penempatan tempat kerja yang jaraknya dari rumah sekitar 30 kilometer, maka akan membuat kesehatan mereka terganggu. Selain itu, kinerja di tempat baru juga tidak bisa maksimal. Sebab, rerata mereka sudah tidak semangat.

“Penempatannya jauh, jika tidak bisa kembali ke desa, minimal yang paling dekat dengan rumah,” harapnya.

Sementara itu, Pemkab Bojonegoro memastikan penarikan PNS eks sekdes itu murni karena kekurangan tenaga. Jumlah PNS di Bojonegoro saat ini sekitar 8.000, padahal idealnya sekitar 13.000.

Karena banyak PNS yang sebelumnya ditugaskan di sekdes, maka pilihan terakhir untuk pemenuhan tenaga kerja di lingkup pemkab, yaitu dengan penarikan PNS dari sekdes. Kemudian untuk penempatannya juga sudah melakukan pertimbangan yang matang berbasis kebutuhan.

“Penempatan kami mendahulukan kemanusiaan, buktinya yang pensiun kurang 3 tahun, tak ditarik,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro Yayan Rohman.

(bj/msu/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia