Jumat, 15 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Jangan Permainkan Kuota Sepuluh Persen

13 Mei 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

SISTEM zonasi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru untuk TK, SD, SMP, SMA, dan SMK meminimalisir kecurangan yang sering terjadi selama PPDB.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, untuk mempersempit celah yang rawan dipermainkan, disdik  menyiapkan solusi. Kuota prestasi dan perpindahan orang tua yang tidak terpenuhi wajib dimaksimalkan untuk zonasi.

‘’Kuota jalur perpindahan orang tua dan prestasi yang tidak terpenuhi tidak dibiarkan kosong, akan diisi pendaftar dari jalur zonasi,’’ kata dia sedikit membocorkan petunjuk teknis (juknis) PPDB yang dikeluarkan institusinya.

Kuota perpindahan orang tua pun tak semudah PPDB 2018 yang hanya bersyaratkan kartu keluarga (KK) yang diterbitkan minimal enam bulan. Tahun ini, Permendikbud yang diterbitkan 31 Desember 2018 tersebut sudah menutup celah orang tua yang hendak mempermainkan kuota kepindahan tugas tersebut. Kuota kepindahan orang tua hanya bisa diisi jika dilengkapi surat pindah tugas dari instansi, lembaga, kantor, maupun perusahaan. Ditambah KK yang diterbitkan minimal satu tahun sebelum PPDB.

Untuk meminimalisir kecurangan, kata Nur Khamid, sekolah wajib terbuka terkait jumlah kursi untuk siswa baru. Sesuai pasal 4 ayat 4 huruf d permen tersebut yang memuat informasi jumlah daya tampung yang tersedia pada kelas 1 SD, kelas VII SMP, dan kelas X SMA atau SMK sesuai dengan data rombongan belajar dalam data pokok pendidikan (dapodik). ‘’Semua sudah ada di Permendikbud,’’ imbuh dia.

Pengumuman kuota kursi sekolah dan prosedur pendaftaran juga harus dipublikasi di media pengumuman sekolah atau lainnya. Itu sesuai pasal 4 ayat 5. Jika mengacu pasal ini, dipastikan tidak ada kursi yang bisa disembunyikan sekolah untuk diperjualbelikan.

Pengurus Dewan Pendidikan Ratna Handayani menilai sengkarutnya PPDB sekolah di bawah disdik akan memicu orang tua berusaha lebih ekstra dalam mendaftarkan sang buah hatinya. Dia memprediksi tidak tertutup  kemungkinan sekolah swasta unggulan dan madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) akan kebanjiran siswa. ‘’Bisa jadi banyak orang tua yang tidak mau ribet akhirnya milih madrasah atau sekolah swasta,’’ kata dia.

Dokter gigi jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini meminta seluruh sekolah dan orang tua agar lebih jujur selama proses PPDB berlangsung.
Dia berharap kasus pemalsuan dokumen untuk masuk ke sekolah unggulan seperti PPDB tahun lalu tidak terjadi lagi. Apalagi, tahun ini KK menjadi penentu penting anak didik untuk melanjutkan pendidikan. ‘’Kepengurusan KK di dinas terkait juga harus ikut diawasi,’’ kata dia berharap.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia