Rabu, 16 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Petani Keluhkan Pendampingan dari Dinas Pertanian

12 Mei 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada kegiatan panen melon di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, kemarin (11/5) menjadi ajang curhat bagi sebagian petani yang ada di desa setempat. Mulai persoalan klasik masalah kelangkaan pupuk yang kerap terjadi hingga minimnya peran pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Tuban terhadap petani.

Hadi Eksan, salah satu petani melon mengatakan, selama ini petani hanya jalan sendiri. Mulai dari memenuhi kebutuhan bibit hingga mencari pasar pasca panen. Menurutnya, selama ini tidak ada pendampingan yang dilakukan oleh dinas pertanian setempat.

Misalnya, mendampingi petani dalam meningkatkan hasil pertanian, mencarikan pasar pasca panen, hingga membantu dalam urusan permodalan. ‘’Selama ini semua usaha sendiri, tanpa ada pendampingan dari dinas pertanian,’’ katanya di hadapan gubernur.

Alhasil, kegiatan pertanian yang ada di desa setempat pun berjalan apa adanya. Hanya berdasar keahlian yang dimiliki petani. Tanpa ada terobosan-terobosan baru yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian. ‘’Selama ini, semua kami jalankan sendiri (sesuai dengan keahlian dan kemampuan petani sendiri, Red),’’ tandasnya.

Mendengar keluhan tersebut, Khofifah tidak banyak memberikan jawaban. Dia hanya menjanjikan kepada sejumlah petani setempat untuk diajak studi banding di Sidoarjo yang dinilai telah sukses mengembangkan hasil pertanian hortikultura melon.

‘’Kenapa saya hari ini ke sini, karena Rabu (15/4) nanti saya bersama dinas pertanian akan panen melon dlima. Untuk itu saya ingin mengajak perwakilan petani disini untuk melihat langsung hasil pertanian melon yang menjadi pilot project dinas pertanian provinsi,’’ katanya sekaligus meminta kepada kepala dinas pertanian Tuban untuk mendampingi.

Sementara itu, terkait keluhan klasik kelangkaan pupuk, Khofifah menyerahkan sepenuhnya kepada daerah. Sebab, yang berhak menentukan kebutuhan pupuk melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) adalah kabupaten. ‘’Pupuk itu harus masuk RDKK yang menjadi usulan kabupaten,’’ tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, pihaknya selalu siap memberikan pendampingan terhadap para petani yang ada di Tuban. Utamanya petani hortikultura melon.

‘’Saya sejak awal jatuh cinta dengan melon. Bahkan, pernah saya sampaikan, siapa yang berani menanam melon, nanti kalau rugi saya yang nanggung. Kalau soal pendampingan, saya siap dan saya malah senang,’’ tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Tuban Murtadji menambahkan, selama ini dinas pertanian melalui penyuluh pertanian selalu rutin melakukan pendampingan. Sehingga, tidak benar jika dinas pertanian tidak pernah melakukan pendampingan.

‘’Kalau pendampingan selalu kita lakukan melalui penyuluh pertanian. Mungkin yang dimaksud adalah pendampingan permodalan. Kalau itu (masalah modal, Red) kan ada regulasinya sendiri,’’ tandasnya.

(bj/tok/wid/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia