Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

MA Tak Kecipratan Program TisTas

12 Mei 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

RAMAH: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyapa warga usai panen melon di Desa Klotok Kecamatan Plumpang, kemarin (11/5).

RAMAH: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyapa warga usai panen melon di Desa Klotok Kecamatan Plumpang, kemarin (11/5). (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan program pendidikan gratis berkualitas (TisTas) untuk siswa SMA/SMK bakal direalisasikan pada tahun pelajaran baru 2019/2020 Juli mendatang.

Kepastian itu kemarin (11/5) disampaikan Khofifah saat melakukan kunjungan ke Tuban. ‘’Pokoknya, SMA/SMK negeri insya Allah bebas SPP (surat persetujuan pembayaran),’’ katanya saat menghadiri panen melon di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang.

Sementara untuk SMA/SMK swasta dijanjikan mendapat subsidi. Hanya, berapa besaran subsidi yang akan diberikan tidak disampaikan oleh mantan menteri sosial tersebut.

‘’Saya sudah melakukan pemetaan, karena subsidinya ini kan sama. Sedangkan SPP di masing-masing kabupaten/kota tidak sama. Ada subsidi pemprov yang melebihi, ada yang kurang,’’ tuturnya, sehingga perlu dilakukan pemetaan terlebih dahulu.

Sementara itu, harapan madrasah aliyah (MA) untuk mendapatkan manfaat dari TisTas masih gelap. Pasalnya, dalam kesempatan tersebut, Khofifah tidak menyebut SPP gratis maupun subsidi untuk MA sama sekali. Dengan demikian, MA hanya bisa gigit jari disaat SMA/SMK negeri bisa merasakan program SPP gratis dan SMA/SMK swasta mendapat subsidi.

Wakil ketua kelompok kepala madrasah (KKM) Tuban, Riza Shalihuddin Habibi mengatakan, program TisTas yang diberikan kepada SMA/SMK negeri dan subsidi SPP untuk SMA/SMK swasta dinilai sangat tidak adil. Menurut Gus Riza, jika peduli dengan pendidikan 12 tahun, harusnya seluruh jenjang pendidikan menengah (dikmen) mendapat perlakukan yang sama. ‘’(Program TisTas, Red) ini diskriminasi. Dan, semakin menambah luka terhadap madrasah,’’ tegasnya.

Sebagaimana diketahui, selama tiga tahun terakhir ini lembaga pendidikan MA hanya bisa menggantungkan biaya pendidikan dari bantuan operasional sekolah (BOS) nasional. Sementara itu, sejak tiga tahun lalu hibah biaya pendidikan dari Pemkab Tuban telah dihentikan. Dan, sekarang setelah muncul program TisTas, MA kembali seperti dianaktirikan.

Sebelumnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, program TisTas gubernur nanti akan berupa biaya bantuan operasional sekolah daerah (BOSDa) Jatim. Dana BOSDa inilah yang nanti dikelola sekolah untuk mengganti biaya SPP yang sudah dihapus menyusul adanya program TisTas. Praktis, ke depan ada dua BOS yang diterima oleh SMA dan SMK negeri. Yakni, BOS pusat dan BOSDa provinsi. Untuk BOS pusat kurang lebih sekitar Rp 1,4 juta per siswa per tahun.

(bj/tok/wid/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia