Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Harga Bawang Putih Tak Stabil

12 Mei 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

FLUKTUATIF: Pedagang keluhkan regulasi harga yang tidak berpihak.

FLUKTUATIF: Pedagang keluhkan regulasi harga yang tidak berpihak. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA - Pedagang pasar dibuat gelisah dengan harga bawang putih tidak stabil.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, dari empat pasar ada kenaikan. Di Pasar Sidoharjo, bawang putih sebelumnya Rp 43 ribu per kilogram (kg) kini menjadi Rp 45 ribu per kg. Di Pasar Babat Rp 47 ribu menjadi Rp 48 ribu, Pasar Blimbing Rp 40 ribu menjadi Rp 43 ribu, dan di Pasar Mantup Rp 42 ribu menjadi Rp 43 ribu per kg. 

Maskamah, salah satu pedagang pasar Sidoharjo mengatakan, harga bawang putih pernah tembus Rp 70 ribu per kg. Kemudian turun bertahap, dari Rp 5 ribu-10 ribu setiap dua hari sekali. Sekarang  harga masih Rp 45 ribu per kg. ‘’Dua hari lalu harganya Rp 43 ribu, terus naik lagi Rp 2 ribu,’’ ujarnya.

Selain bawang putih, cabai merah besar juga mengalami kenaikan. Saat ini, harga cabai merah besar tembus Rp 25 ribu per kg. Sebelumnya Rp 20 ribu, terjadi kenaikan sekitar Rp 5 ribu.

Terpisah, Kepala Disperindag Lamongan M.Zamroni menjelaskan, kenaikan bawang putih murni hukum ekonomi. Jelang ramadan permintaan tinggi sehingga harga naik. Tapi sekarang berangsur turun. Sehingga dia menilai belum perlu melakukan operasi pasar. ‘’Stok masih aman, belum butuh OP sekarang,’’ jelasnya.

(bj/rka/wid/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia