Jumat, 20 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Gerabah Malo Bakal Diburu Konsumen Luar Kota

11 Mei 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PRODUKSI DIPERBANYAK: Perajin gerabah Malo ketika menata produksinya kemarin (10/5). Para perajin memprediksi permintaan gerabah akan ramai saat Lebaran.

PRODUKSI DIPERBANYAK: Perajin gerabah Malo ketika menata produksinya kemarin (10/5). Para perajin memprediksi permintaan gerabah akan ramai saat Lebaran. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

MALO - Gerabah Malo diprediksi bakal diburu sejumlah konsumen luar kota saat Lebaran mendatang. Sehingga, para perajin mulai menambah produksi. Gerabah khas dari Desa Rendeng, Kecamatan Malo, itu pun semakin beragam.

Bentuknya tak hanya hewan, namun juga peralatan masak, suvenir, hingga tokoh pewayangan. Pembeli saat Lebaran diperkirakan banyak dari Surabaya, Madura, Rembang, hingga Kediri. Biasanya pembeli luar kota itu dipakai untuk oleh-oleh atau kulakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (10/5) terlihat seorang pemuda bergulat dengan tanah liat untuk mencetak sebuah suvenir. Dia memprediksi suvenir berbentuk sepasang pengantin.

“Mulai nyicil stok buat Lebaran, kalau enggak dimulai dari sekarang, nanti kewalahan,” ujar Mujtaba, salah satu perajin.

Dia mengatakan, stok Lebaran biasanya mencapai 70-100 kardus dengan ukuran dan bentuk beragam. Karena pembeli saat Lebaran diperkirakan banyak dari luar kota. “Kalau yang beli untuk kulakan biasanya beli polos, terus nanti diwarnai sendiri,” ungkap dia.

Terkait omzet ketika Lebaran tentu mengalami kenaikan sekitar 15-30 persen. Apabila tidak ada momen Lebaran atau liburan sekolah, omzet per pekannya sekitar Rp 10 juta. Sebab, tak hanya pembeli eceran saja yang banyak, namun juga kunjungan dari sekolah-sekolah yang ingin belajar buat kerajinan gerabah.

“Selain jualan produk, kami juga buka kelas pelatihan untuk anak-anak,” tuturnya.

Mujtaba mengatakan, kerajinan gerabah itu dikelola Karang Taruna Satria Muda dan BUMDes Karya Mulia. Saat ini, jumlah perajinnya 70 orang. Menurutnya, prospek kerajinan gerabah tetap bagus, karena dari segi pemasaran serta desainnya terus mengikuti zaman.

“Kami tak hanya buat kerajinan bentuk hewan yang monoton, tapi juga buat karakter-karakter kartun yang digandrungi anak-anak,” ucap dia.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia