Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
PPDB SMPN di Lamongan

Acuannya Jarak Rumah

11 Mei 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

KOTA – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk level SMP negeri belum diumumkan Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan. Beredar informasi, penerapan zonasi PPDB tetap diberlakukan. Namun, zonasinya bukan per gabungan kecamatan seperti tahun sebelumnya. Melainkan, dihitung jarak rumah dengan sekolah tujuan.

Berdasarkan informasi dari internal Disdik Lamongan, Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 bakal menjadi landasan PPDB. Apalagi, terbitnya Surat Edaran Mendikbud tentang penggunaan zonasi.

Nilai ujian nasional (UN) maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tidak lagi menjadi satu - satunya syarat utama masuk ke SMPN.

Sumber tadi menjelaskan, penerapan PPDB menggunakan tiga alur. Yakni, 5 persen prestasi, 5 persen perpindahan orang tua yang dilakukan secara offline. Sisanya, 90 persen, berdasarkan jarak rumah.

Untuk menghitung jarak rumah, ada pihak ketiga yang bakal digandeng. Dengan sistem ini, calon siswa akan bertarung dengan jarak tempat tinggalnya.

Bagaimana dengan kuota jalur prestasi? Sumber di internal disdik menyatakan ada kemungkinan dari 5 persen itu, 2,5 persen untuk lomba.

‘’Sisanya untuk peraih nilai UN dan USBN tertinggi,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, jika kuota perpindahan orang tua tidak terpenuhi, maka bisa diisi dengan siswa prestasi.

Siswa berprestasi yang akan mendaftar di luar zona, juga diberi kesempatan. Jika tetap menggunakan jalur online, lanjut dia, maka mereka akan bersaing dengan siswa yang radiusnya lebih dekat.

Misalnya minimal jarak 5 kilometer yang ditetapkan masuk zona A. Siswa tetap bisa mendaftar di zona B dengan rekomendasi. Mereka memiliki kesempatan sama. Apalagi jika tempat tinggalnya berdekatan dengan zona A dan B. Mereka bisa menetapkan tiga pilihan baik dalam zona maupun di luar.

Saat informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Lamongan ini dikonfirmasikan ke Kepala Disdik Lamongan, Adi Suwito, belum ada jawaban detail. Adi enggan membeberkan sistem PPDB lebih dulu. Dia menyatakan, PPDB tetap mengacu Permendikbud. Nilai USBN tidak menjadi satu-satunya  karena mengacu pada jarak rumah.

(bj/rka/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia