Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
SMKN Singgahan Tertinggi NUN Siswa, SMKN 1

NUN SMK Lebih Merata

11 Mei 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Dominasi sepuluh besar nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) oleh sekolah favorit tidak berlaku bagi jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Jika nilai tertinggi UNBK SMA hanya didominasi SMAN 1 Tuban, untuk SMK, perolehan sepuluh besar nilai tertinggi UNBK diraih merata sejumlah sekolah, baik di wilayah kota maupun di kecamatan pinggiran.

Bahkan, nilai ujian nasional (NUN) tertinggi berhasil diraih siswa dari SMKN Singgahan yang notabene berada di wilayah kecamatan pinggiran. Yakni, atas nama Prisma Indiana dengan total nilai 355,5. Di urutkan kedua disusul SMKN 2 Tuban atas nama Siti Kholifatur Rosida dengan total nilai 345,5.

Urutan tiga kembali diisi SMK dari wilayah pinggiran, yakni Tyas Rendra Zumrotus Ameliany Sholiha dari SMKN Widang dengan nilai 344,4.

Selanjutnya, di peringkat 4-6 kembali diduduki perwakilan siswa SMKN 2 Tuban. Sedangkan di peringkat ketujuh diisi SMKN Rengel.

Adapun untuk peringkat pertama nilai rata-rata tertinggi sekolah menjadi milik SMKN 1 Tuban. Berikutnya, di peringkat kedua disusul SMKN 2 Tuban dan peringkat ketiga diisi SMK Bina Nusantara Jatirogo.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno membenarkan terjadinya pemerataan NUN jenjang SMK. Bagi Adi, panggilan akrabnya, pemerataan NUN pada  jenjang SMK merupakan hal yang wajar. ‘’Kalau di SMK (pemerataan nilai, Red) itu wajar, karena memang tidak ada sentralistik sekolah unggulan,’’ terang Adi kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Adi, paradigma sukses jenjang SMK tidak hanya dilihat dari segi NUN tertinggi. Tapi, juga keberhasilan generasi lulusan yang terserap di dunia kerja.

Karena tujuan utama pendidikan SMK adalah menyiapkan generasi lulusan yang siap kerja. ‘’NUN penting, tapi tingkat keterserapan lulusan SMK di dunia kerja juga penting,’’ terang mantan Kepala Cadang Dinas Pendidikan Kabupaten Ngajuk itu.

Adi lebih lanjut menyampaikan, di SMK juga tidak hanya sekadar melihat sekolah favorit atau unggulan di wilayah kota. Namun, lebih pada program keahlian yang dibutuhkan siswa. Artinya, siswa yang melanjutkan ke jenjang SMK lebih memilih program keahlian yang dibutuhkan. Tidak harus di sekolah favorit.

‘’Banyak siswa pintar yang cukup melanjutkan ke SMK pinggiran, karena di SMK sudah ada program keahlian yang diinginkan, sehingga tidak perlu ke kota,’’ ujar Adi.

Alhasil, lanjut dia, NUN jenjang SMK lebih merata ketimbang SMA yang masih sentralistik di salah satu SMA unggulan.

Sebelumnya, SMAN 1 Tuban kembali menunjukkan dominasinya sebagai sekolah unggulan di Bumi Wali. Betapa tidak, dari sepuluh daftar nilai tertinggi UNBK jenjang SMA negeri/swasta, semuanya diborong  siswa SMAN 1 Tuban, baik jurusan IPA maupun IPA.

Tak hanya memborong nilai tertinggi perseorangan, peringkat pertama nilai tertinggi sepuluh besar rata-rata sekolah jurusan IPA dan IPS juga diraih SMAN 1 Tuban. Baru berikutnya disusul sekolah lain. Untuk jurusan IPA, peringkat kedua diisi SMAN 2 Tuban dan peringkat ketiga SMA Al Huda Boarding School. Selanjutnya, disusul SMAN 1 Rengel, SMAIT Al Uswah, SMAN 1 Jatirogo, SMAN 4 Tuban, SMAN 3 Tuban, SMAN 1 Tambakboyo, dan SMAN 1 Singgahan.

Adapun jurusan IPS, untuk peringkat kedua juga diisi SMAN 2 Tuban. Sedangkan untuk peringkat tiga diisi SMAN 3 Tuban. Berikutnya, disusul SMAIT Al Uswah, SMAN 4 Tuban, SMAN 1 Jatirogo, SMA Katolik Santo Yusuf, SMAN 5 Tuban, SMAN 1 Rengel, dan SMAN 2 Tambakboyo.

(bj/tok/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia