Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Terpidana DPMLUEP Divonis 4 Tahun

Andreas Kembali Mangkir

10 Mei 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

APES: Andreas dikawal petugas kejari hendak ditahan 2017. Terpidana sudah menjalani 15 bulan penjara. Ternyata MA memvonisnya 4 tahun.

APES: Andreas dikawal petugas kejari hendak ditahan 2017. Terpidana sudah menjalani 15 bulan penjara. Ternyata MA memvonisnya 4 tahun. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Eks Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Bojonegoro Andreas Wahyono kembali mangkir mendatangi kantor kejaksaan negeri (kejari) kemarin (9/5). Terpidana korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP) itu tak memberi kabar atas sikap mangkir dari panggilan eksekusi.

Kejari akan melayangkan surat pemanggilan eksekusi ketiga. Bila kembali mangkir, tim jaksa eksekutor kejari akan melakukan upaya paksa. Tindakan ini dilakukan setelah kejari menerima salinan petikan dari Mahkamah Agung (MA) yang memvonis Andreas pidana penjara 4 tahun.

“Hingga siang ini (kemarin, Red) tidak ada kabar dan tidak hadir lagi,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro Achmad Fauzan.

Menurut Fauzan, surat pemanggilan sudah dilayangkan ke rumah terpidana. Namun, kejari tidak menerima konfirmasi dari terpidana atas alasan tidak mendatangi kejari setempat. Bergegas, kejari akan mengirimkan surat panggilan ketiga yang wajib dihadiri pekan depan.

Apabila tidak datang lagi, pihaknya akan lakukan panggil paksa. “Kami ikuti aturannya, panggil secara resmi tiga kali. Kalau masih tidak datang lagi ketiga kalinya, terpaksa kami panggil paksa,” tuturnya.

Menurut informasi, posisi Andreas berada di Bojonegoro. Meski ia tidak hadir, pihaknya masih terus memantaunya. Sementara itu, eksekusi juga dilakukan terhadap Kepala BKP Jawa Timur Tajudin Tahir. Namun, terpidana tinggal di Surabaya ini terpantau terbaring sakit di rumahnya.

Rencananya, pihak kejari akan mengeksekusi Andreas Wahyono dulu, baru Tajudin Tahir. “Kami eksekusi satu per satu dulu,” ujarnya.

Sebelum putusan kasasi turun, Andreas sudah menjalani pidana penjara 1 tahun 3 bulan. Sedangkan, Tajudin Tahir juga sudah menjalani 1 tahun pidana penjara ditambah denda Rp 50 juta.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia