Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Berbahaya, PJU Sempat Mati Dua Pekan

09 Mei 2019, 13: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

GELAP: Kondisi Jembatan Kaliketek. Lampu PJU ini selama dua minggu padam.

GELAP: Kondisi Jembatan Kaliketek. Lampu PJU ini selama dua minggu padam. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jembatan Kaliketek turut Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, padam sekitar dua minggu. Tentu, jalan poros menuju Tuban itu gelap. Pengendara harus berhati-hati ketika melintas karena jalan menikung dan ramai.

Herianto, salah satu warga mengatakan, meski belum pernah terjadi kecelakaan, namun ketika malam perlu hati-hari melintasi jalan tersebut. “Kalau malam lumayan berbahaya, karena biasanya ada saja pengendara motor tidak menyalakan lampunya. Jadi harus hati-hati,” katanya.

Selain itu, beberapa PJU di Jalan Letda Suraji Kelurahan Ledok Kulon, juga sering padam. Jalan menjadi gelap. Sehingga, pengendara harus melaju melambat agar tidak terjadi kecelakaan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan, PJU di Jembatan Kaliketek itu sudah diperbaiki pada Selasa malam. Diketahui, padamnya lampu PJU tersebut karena miniature circuit breaker (MCB) sering mati atau shut down. Jadi, menurutnya tinggal di-on-kan saja.

“Sudah kami perbaiki tadi malam (Selasa). Tidak rusak, hanya saja MCB-nya sering off,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp kemarin (8/5).

Penyebab seringnya mati MCB lampu PJU tersebut, ia belum bisa menjelaskannya. Apabila ada oknum warga usil mematikan MCB tersebut. Dia mengaku belum memiliki data yang valid. Tapi sejauh ini, setiap ada laporan PJU mati, pihaknya mengupayakan segera melakukan perbaikan.

“Kami belum bisa memastikan indikasi-indikasi sering matinya MCB tersebut,” katanya.

Terkait pemasangan lampu PJU baru, Welly mengatakan, belum dimulai pengerjaannya. Adapun anggaran untuk program peningkatan sarana prasarana PJU senilai Rp 44,4 miliar. “Belum mulai, masih proses,” ungkapnya.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia