Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Antisipasi Lonjakan Pengangguran

09 Mei 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PROSES: Kawasan yang rencananya akan digunakan untuk membangun Pasar Ngampel.

PROSES: Kawasan yang rencananya akan digunakan untuk membangun Pasar Ngampel. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Rencana pendirian Pasar Ngampel dilakukan pemerintah desa  (pemdes) untuk mengantisipasi ledakan pengangguran akibat selesainya proyek migas.

Adanya pasar tradisional itu diharapkan bisa menyerap banyak tenaga kerja.

“Minyak itu pasti habis. Entah 10 atau 15 tahun lagi. Sebelum itu terjadi, kita sudah siap,” ujar Kepala Desa (Kades) Ngampel Pudjianto kemarin (8/5).

Pudji menjelaskan, saat ini perekonomian masyarakat Ngampel masih banyak ditopang oleh industri migas. Kebetulan eksplorasinya ada di desa itu. Namun, migas dipastikan tidak akan berusia lama.

“Tapi kalau pasar akan terus ada. Selama kebutuhan manusia masih ada,” ujarnya.

Pudji menyayangkan sikap pemkab yang terkesan tebang pilih. Pengajuan pendirian pasar modern banyak yang diberikan izin. Namun, pengajuan Pasar Ngampel yang rencananya akan dibangun pasar tradisional justru dipersulit. Bahkan, sejak 4 tahun lalu sudah mengurus izin.

“Pasar ini nantinya justru akan sangat menguntungkan masyarakat,” jelasnya.

Pudji menjelaskan, penolakan pemdes atas permintaan pemkab mengenai sewa lahan itu bukan atas kemauan pemdes. Namun, sudah melakukan rapat dengan masyarakat dan melalui pertimbangan yang matang.

“Secara resmi suratnya akan saya kirimkan besok (hari ini, Red),” jelasnya.

Dalam surat itu pemkab berencana menyewa lahan itu selama tiga tahun. Itu berdasarkan estimasi lamanya pembangunan Pasar Kota.

“Kalau sudah dibangun, disewa berapa tahun tidak masalah,” ujarnya.

Pasar Desa Ngampel memang tidak dibangun dengan anggaran desa. Namun, dibangun sepenuhnya oleh pihak ketiga atau investor.

Pemdes sudah melalukan MoU dengan investor. Bahkan, investor sudah melakukan pengurukan lahan yang akan digunakan pasar itu.

Pudji juga menepis anggapan sejumlah pihak yang menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak uang dari pihak ketiga.

“Saya tidak menerima apapun. Bahkan, saat ini sudah keluar izinnya saya mau pensiun,” terangnya.

(bj/zim/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia