Jumat, 20 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa
Dipicu Korsleting Listrik

Tiga Hari, Dua Bangunan Terbakar

09 Mei 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIPADAMKAN: Petugas damkar saat memadamkan kebakaran.

DIPADAMKAN: Petugas damkar saat memadamkan kebakaran. (DOKUMENTASI DAMKAR FOR RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Belum genap sepekan terjadi dua kebakaran. Semua sumber api berasal dari korsleting listrik. Masyarakat diminta mewaspadai terjadinya arus pendek. Terbaru kebakaran kandang sapi milik Hartono, 65, warga Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Selasa (7/5) petang.

Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo mengatakan, saat kebakaran korban bersama Munipah, istrinya, berada di teras rumah. Munipah melihat ada asap dan api dari belakang rumah. Sehingga korban dan istrinya bergegas menuju kandang sapi.

“Seketika korban pun meminta tolong warga sekitar,” katanya.

Warga sekitar pun berdatangan membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Selanjutnya, mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pos Baureno membantu pemadaman api sekitar pukul 17.20 dan akhirnya api bisa dipadamkan.

Kandang yang terbakar berukuran 5x5 meter terbuat dari bambu. Adapun yang terbakar atap kandang, tumpukan kardus, dan sebuah dipan yang berada di dalam kandang. “Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material ditaksir Rp 8 juta,” bebernya.

Sebelumnya, peristiwa kebakaran menghanguskan rumah milik Kasnig, 70, warga Desa Jipo, Kecamatan Kepohbaru. Kebakaran pukul 01.00 Minggu (5/5) lalu diduga berasal dari korsleting listrik di rumah.

Kapolsek Kepohbaru AKP Yasimbang mengatakan, kebakaran awalnya diketahui tetangga korban Sri Hartatik, 32, saat menonton televisi di rumah. Tiba-tiba saksi melihat ada kepulan asap hitam dan kobaran api di atap rumah korban.

Saksi pun meminta tolong warga sekitar untuk membantu memadamkan api. Hingga akhirnya kobaran api dapat dipadamkan menggunakan alat seadanya. Korban jiwa nihil, namun kerugian material ditaksir Rp 10 juta.

“Kobaran api berhasil dipadamkan warga, namun sebagian rumah korban hangus terbakar,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro Sukirno mengungkapkan, peristiwa kebakaran tidak bisa diprediksi, karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan. Apalagi kesadaran masyarakat menyimpan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam rumah masih kurang.

Dia meminta jangan pernah ragu memanggil damkar ketika kebakaran, tidak ada pungutan biaya.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia