Kamis, 27 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Ruang SKCK Dipenuhi Bacakades

08 Mei 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SEBAGIAN UNTUK KEPERLUAN PILKADES: Warga yang mengurus SKCK di Mapolres Lamongan kemarin. Mereka harus antre karena sejak dua hari terakhir pemohon surat tersebut membeludak.

SEBAGIAN UNTUK KEPERLUAN PILKADES: Warga yang mengurus SKCK di Mapolres Lamongan kemarin. Mereka harus antre karena sejak dua hari terakhir pemohon surat tersebut membeludak. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

RUANG tunggu pelayanan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) Polres Lamongan beberapa hari terakhir penuh. Sebagian di antara mereka yang mengurus surat tersebut, para bakal calon kepala desa (bacakades).

‘’Membeludak. Sangat meningkat dibanding hari biasa,’’ kata Kasat Intel Polres Lamongan, AKP Slamet kemarin (7/5).

Dia menjelaskan, peningkatan pengurusan SKCK karena ada pendaftaran calon kepala desa. Surat itu dibutuhkan untuk pendaftaran pilkades.

‘’Dua hari permohonan SKCK banyak yang digunakan untuk mendaftar kepala desa. Kemarin saja sudah 120 permohon,’’ jelasnya.

Dia memerkirakan pemohon masih banyak hingga dua sampai tiga hari lagi. ‘’Bisa jadi setelah pembukaan pertama pendaftaran calon kepala desa ini, akan berkurang. Namun sebagian warga pasti juga masih ada yang membuat SKCK untuk mendaftar gelombang kedua ,’’ tuturnya.

Menurut dia, pelayanan ditutup pada pukul 16.00. ‘’Kalau masih diterima, kemungkinan masih banyak yang melakukan pengurusan tersebut. Namun pengurusan hanya di satu ruangan, untuk memermudah pemohon,’’ imbuhnya.

Ida, salah satu pemohon mengatakan, dirinya sejak sebulan yang lalu sudah menyiapkan beberapa berkas untuk melakukan pendaftaran pilkades. Dia mengurus pembuatan SKCK terlebih dahulu. Setelah itu baru pengurusan administrasi lainnya. Termasuk tes kesehatan.

‘’Saya sampai di Polres Lamongan pada pukul 09.00. Dalam ruangan sudah penuh, menunggu antrean,’’ ujar perempuan asal Kecamatan Deket ini.

Dia mengira tidak banyak antrean karena datang pagi. Namun, perkiraannya meleset.

Abdul Gofar, pemohon SKCK lainnya, mengatakan, persyaratan pendaftaran kepala desa tak seperti tahun sebelumnya. Tahun ini dinilai semakin ketat. Dia mencontohkan yang semula hanya cukup SKCK dari polsek, kini disertai di polres dengan melakukan sidik jari. Sementara tes kesehatan harus dilakukan pengecekan mulai dari urine, jantung, hingga rontgen dada.

‘’Jadi benar – benar sangat ketat sekali. Beda dengan tahun yang lalu,’’ jelas pria asal Kecamatan Sekaran ini.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia