Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Jadi Syarat Ambil Nomor PIN PPDB SMA/SMK

Jangan Hilangkan Kartu Peserta UN SMP

07 Mei 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

KOTA – Bagi siswa SMP sederajat yang hendak melanjutkan studi ke SMA/SMK, tetap simpanlah kartu peserta ujian nasional (UN). Sebab, kartu itu ternyata tidak hanya digunakan sebagai tanda peserta UNBK yang sudah selesai. Juga menjadi syarat utama untuk mendapatkan nomor pin pendaftaran ke SMA/SMK negeri.

Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan, Sri Yuliarsih, mengatakan, selain kartu UN, calon peserta juga diminta membawa salinan kartu keluarga (KK) saat mengambil nomor pin. Pengambilan nomor pin dan tes kesehatan dimulai 20 Mei hingga 14 Juni.

‘’Ambil nomor pinnya bisa di SMA dan SMK terdekat,’’ kata Yuli kemarin (6/5).

Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, ada beberapa kebijakan baru yang diterapkan. Di antaranya, calon peserta hanya bisa memilih satu jenis sekolah. Tidak boleh mencampurkan pilihan SMA dan SMK. Yuli menyarankan bagi peserta segera memastikan sekolah mana yang akan dituju.

‘’Mulai daftar sudah jelas arahnya. Kalau SMA ya harus SMA saja. Pilih SMK harus dipikir juga yang sesuai bakatnya,’’ sarannya.

Selain itu, Yuli menyatakan, ada perubahan zonasi pada tahun ini. Jika sebelumnya satu kecamatan hanya berlaku satu zona, maka saat ini satu kecamatan dapat merangkap dua zona. Dia mencontohkan Kecamatan Duduksampeyan yang masuk wilayah Kabupaten Gresik. Kecamatan tersebut dapat tergabung dalam zona satu karena berbatasan dengan Kecamatan Deket.

Contoh lain, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik yang bisa satu zona dengan Kecamatan Mantup. Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang satu zona dengan Kecamatan Ngimbang. Serta Kecamatan Turi yang dapat masuk di zona satu maupun zona dua.

‘’Ini kesepakatan antarcabdin se-provinsi. Mengingat banyak kecamatan yang terpisah oleh sungai. Sehingga satu kecamatan bisa ikut dua zona,’’ ungkapnya.

Namun, hingga kemarin Yuli belum merinci zonasi di Lamongan. Alasannya, petunjuk teknis (juknis) PPDB belum keluar. Yuli memastikan dalam waktu dekat ini juknis akan turun dan bulan depan pelaksanaan PPDB dimulai.

PPDB tahun ini berlangsung dua jalur. Yakni jalur khusus seperti prestasi, perpindahan tugas orang tua, inklusi, dan keluarga tidak mampu. Serta jalur zonasi/reguler. PPDB melalui jalur khusus dimulai lebih awal 11 - 13 Juni nanti. Sedangkan PPDB jalur zonasi dimulai 17 - 20 Juni mendatang.

(bj/din/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia