Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Bonus Jam Kerja ASN selama Ramadan

Sudah ‘’Didiskon’’, Jangan Malas

07 Mei 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERISTIRAHAT: Sejumlah ASN Tuban tiduran di lantai Masjib Agung Tuban setelah salat Duhur.

BERISTIRAHAT: Sejumlah ASN Tuban tiduran di lantai Masjib Agung Tuban setelah salat Duhur. (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Bulan puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Utamanya bagi aparatur sipil negara (ASN). Pasalnya, selain menerima ‘’diskon’’ pahala yang berlipat selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, mereka juga mendapat bonus potongan jam kerja.

Berdasarkan surat edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, selama  Ramadan rata-rata dipangkas satu jam dari hari biasa. Pemangkasan tersebut sudah termasuk pengurangan jam istirahat dari biasanya satu jam menjadi hanya 30 menit.

Pada Senin-Kamis, misalnya. Jam kerja dimulai pukul 08.00-15.00 dengan waktu istirahat 30 menit pada pukul 12.00-12.30. Sementara di luar Ramadan dimulai pukul 07.30 dan pulang pukul 16.00 dengan waktu istirahat satu jam.

Khusus Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 dan pulang pukul 15.30. Sebab, pada hari mulia ini jam istirahatnya lebih panjang. Jika Senin-Kamis hanya 30 menit, khusus untuk Jumat sampai 1 jam. Itu karena umat Islam harus menunaikan ibadah salat Jumat.

Sementara bagi instansi/lembaga pemerintah yang memberlakukan 6 hari kerja, untuk Senin-Kamis, dan Sabtu jam masuk kerja dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 14.00. Sedangkan untuk Jumat dimulai pukul 08.00 dan pulang pukul 14.30. Adapun untuk jam istirahat sama dengan ASN yang memberlakukan lima hari kerja. ‘’Pengurangan jam kerja ini berlaku untuk seluruh ASN,’’ kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban Rohman Ubaid kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Ditegas Ubaid, pengurangan jam kerja diberikan untuk menghormati ASN yang menjalankan ibadah puasa. Sehingga, diharapkan bisa menjalankan ibadah puasa secara optimal.

Ubaid memastikan pengurangan jam kerja tidak memengaruhi pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, menjadi alasan untuk bermalas-malasan. ‘’Pak Bupati sudah menegaskan, tidak ada alasan untuk bermalas-malasan selama bulan puasa. Pelayanan harus tetap maksimal,’’ tegas pejabat jebolan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta itu.

Bahkan, lanjut Ubaid, idealnya pelayanan di bulan puasa ini bisa lebih maksimal karena waktu istirahat hanya untuk menjalankan ibadah salat. Tidak lagi disibukkan dengan makan dan minum. ‘’Orang berpuasa itu lebih tenang dan jernih dalam berpikir. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat semestinya bisa lebih optimal,’’ jelas mantan camat Kerek itu.

(bj/tok/ds/yan/can/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia