Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Yang Diolah dari Hasil Pertanian Tuban

ASN, Pegawai BUMN, dan BUMD Wajib Beli Beras Kemasan Pemkab

06 Mei 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

CINTA PRODUK LOKAL: Bupati Fathul Huda didampingi Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya me-launching beras kemasan untuk ASN, pegawai BUMN, dan BUMD di Tuban.

CINTA PRODUK LOKAL: Bupati Fathul Huda didampingi Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya me-launching beras kemasan untuk ASN, pegawai BUMN, dan BUMD di Tuban. (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Program bela beli hasil produksi pertanian Tuban yang dicanangkan Pemkab Tuban selangkah mulai terwujud. Kamis (2/5) lalu, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban me-launching program Penyediaan Beras ASN, Karyawan BUMN, dan BUMD.

Bertempat di Sistem Resi Gudang (SRG), Desa Gesing, Kecamatan Semanding, gerakan untuk mencintai dan membeli produk-produk lokal itu diresmikan bupati Fathul Huda.

Dalam kesempatan tersebut, bupati memberikan apresiasi atas keseriusan diskoperindag dalam merealisasikan program bela beli tersebut. Menurut bupati, penyediaan beras bagi ASN, pegawai BUMN, dan BUMD merupakan gerakan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Bumi Wali. Sebab, melalui gerakan inilah hasil produksi pertanian di Tuban bisa mulai terserap secara optimal.

‘’Program ini sangat bagus, sebagai upaya menyerap hasil produksi pertanian di Tuan guna meningkatkan nilai tambah petani,’’ kata dia. Bupati menegaskan, untuk memaksimalkan program tersebut, pemkab akan mengeluarkan surat edaran terkait penyediaan beras bagi ASN, pegawai BUMN, dan BUMD. ‘’Isinya, mengharuskan setiap ASN, pegawai BUMN dan BUMD di lingkup Pemkab Tuban untuk membeli beras yang dikemas diskoperindag,’’ tegas bupati.

Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya menjelaskan, program penyediaan beras untuk ASN, pegawai BUMN, dan BUMD dilakukan untuk menampung hasil pertanian di Tuban, khusus produksi gabah. Tujuannya, memberikan nilai tambah bagi petani. Pasalnya, gabah yang dihasilkan petani bisa langsung diproduksi menjadi beras kemasan, sehingga ada nilai tambah yang diperoleh petani. ‘’Ini sekaligus untuk memotong mata rantai tengkulak yang selama ini sudah mengakar,’’ terang dia.

Agus menyampaikan, beras kemasan yang diberi nama Sri Huning ini merupakan beras jenis premium. Disediakan dalam tiga kemasan, yakni 3 kg, 5 kg, dan 10 kg.

Agus menambahkan, untuk menyukseskan program ini dibutuhkan sinergitas dan kerja sama antar lintas organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, dan BUMD yang ada di lingkup Pemkab Tuban.

(bj/tok/ds/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia