Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Genangan Berkurang, Dua Pompa Diaktifkan

Ramadan Masih Potensi Banjir

05 Mei 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MASIH POTENSI BANJIR: Banjir Bengawan Jero masih merendam rumah warga dan jalan. Dua pompa disiagakan membuang air banjir tersebut.

MASIH POTENSI BANJIR: Banjir Bengawan Jero masih merendam rumah warga dan jalan. Dua pompa disiagakan membuang air banjir tersebut. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN - Banjir Bengawan Jero berlangsung sekitar satu bulan. Meski surut, banjir tersebut tidak sepenuhnya hilang. Beberapa halaman rumah warga Dusun Baru, Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, masih terndam air. Jalan akses Kecamatan Turi-Kalitengah juga masih terendam.

Potensi banjir ini bisa terjadi hingga puasa Ramadan berlangsung. Dua pompa disiagakan membuang air banjir tersebut. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, papan praduga tinggi muka air (TMA) Kali Blawi Karangbinangun posisi 58 pheilschall. Posisi tersebut masuk siaga merah. Tapi sudah turun dibandingkan sebelumnya 60 pheilschall.

“Sekarang sudah mulai surut, tapi pompa kentong Glagah mulai diaktifkan sebagai pembuangan,” kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Jannata.

Menurut dia, sebelumnya hanya empat titik pompa yang aktif. Yakni pompa pembuangan Babat, pompa bengawan Jero, Melik Kalitengah, dan Kuro Karangbinangun. Menurutnya, pembuangan masih belum optimal. Bahkan, luberan banjir Bengawan Jero mulai menggenangi jalan Glagah dan Deket. Karena itu, pompa kentongan diaktifkan sejak lima hari lalu. Sehingga kondisinya mulai surut.

Dia mengatakan, aliran anak kali Bengawan Jero berada di enam kecamatan. Di antaranya Turi, Karanggeneng, Kalitengah, Karangbinangun, Glagah, dan Deket. Jika Bengawan Jero tinggi, keenam kecamatan akan terdampak.

Menurut dia, saat ini kondisi Bengawan Jero cenderung turun. Karena kiriman air dari wilayah hulu berkurang. Sebelumnya  Waduk Prijetan dan Gondang dibuka. Sehingga air dari kedua bendungan ini menggenangi anak kali yang muaranya ke Bengawan Jero. Akibatnya sejumlah permukiman warga dan lahan pertanian terendam.

“Untuk lahan pertanian terendam, kalau permukiman sebagian hanya halaman rumah,” klaimnya.

Sementara itu, Rahayu warga Dusun Baru, Desa Kemlagilor Kecamatan Turi, mengatakan, kondisi Bangawan Jero memang surut. Namun belum sepenuhnya banjir hilang. Sebab halaman masih penuh air.

Bahkan, sebagian rumah warga berada di dataran rendah mulai kemasukan air. Karena itu, aktivitas masyarakat mulai terganggu. Akses jalan sulit dilewati. Karena air masih setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya banyak kendaraan mogok saat melintas.

“Surut baru kemarin, tapi masih ada genangan di jalan, hanya tidak setinggi sebelumnya,” ungkap dia.

(bj/rka/rij/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia