Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Sidang Tuntutan Yuliatin Ditunda

02 Mei 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (DOKUMENTASI/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO — Terdakwa kasus dugaan prostitusi online Yuliatin harus bersabar. Menurut jadwal di sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, terdakwa akan jalani sidang tuntutan pada Selasa (30/4) lalu. Namun, menurut informasi dari penasihat hukum terdakwa Khoiron Ashadi, sidang tuntutan ditunda dua minggu ke depan pada Rabu (14/5).

“Tuntutan dari jaksa belum siap mas, jadwal sidang tuntutan ditunda 14 Mei 2019 mendatang,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Tejo pun membenarkan bahwa sidang tuntutannya ditunda karena memang berkas belum siap. Ia mengaku masih proses membuat rencana tuntutan (rentut). Ketika disinggung terkait rencana pasal yang akan dituntutkan, ia belum bisa memastikannya. Karena rentut tersebut masih perlu persetujuan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

“Nah, kalau pasal-pasalnya saya tunggu persetujuan dari kasi pidum dan kajari dulu,” ujarnya.

Tetapi, secara garis besar ada dua pasal yang akan digunakan untuk tuntutannya. Di antaranya pasal 296 KUHP terkait muncikari dan pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Jadi, tergantung dari dua pasal itu mana yang lebih membuktikan terdakwa bersalah.

“Masih digodok rentutnya, intinya dua pasal itu, nanti ditunggu saja,” ujarnya.

Selain itu, waktu penundaan dalam dua minggu tentu proses pemberkasan tuntutan bisa diselesaikan. Sebelumnya, majelis hakim saat sidang pemeriksaan terdakwa pada Kamis (25/4) lalu juga sudah ditawarkan untuk membacakan tuntutan. Namun, berkas juga belum siap.

(bj/gas/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia