Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Tiga Hari, Jalan Pramuka Steril

01 Mei 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PERKETAT PENJAGAAN: Petugas kepolisian yang berjaga di Jalan Pramuka untuk mengamankan pleno KPUK Tuban.

PERKETAT PENJAGAAN: Petugas kepolisian yang berjaga di Jalan Pramuka untuk mengamankan pleno KPUK Tuban. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

UNTUK mengamankan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban, sepanjang ruas Jalan Pramuka di depan kantor penyelenggara pemilu ini disterilkan selama tiga hari. Mulai kemarin (30/4) hingga Kamis besok (2/4). Seluruh kendaraan roda empat yang tidak berkepentingan dilarang melintas di jalan penghubung perempatan Kembang Ijo dan perempatan Polres Tuban ini. Sistem buka-tutup jalan tersebut hanya untuk motor pada waktu tertentu.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan, pengamanan untuk rekapitulasi final kabupaten tidak main-main. Sebanyak 121 personel gabungan diturunkan. Rinciannya, 105 polisi, 10 TNI, selebihnya satpol PP dan linmas.

Polisi yang diturunkan sebagian besar bersenjata lengkap, mengenakan helm, rompi antipeluru, dan senjata laras panjang. ’’Kita ingin pemilu berjalan lancar hingga seluruh proses selesai, ’’ tuturnya.

Perwira kelahiran Kedungadem, Bojonegoro ini mengatakan, pertimbangan salah satu ruas jalan protokol tersebut ditutup demi kondusifitas selama rekapitulasi. Juga, untuk meminimalisir perusuh pesta demokrasi.

Selama ditutup, Nanang memastikan masyarakat masih bisa melintas melalui sejumlah jalan alternatif di sekitar Jalan Pramuka yang sudah diberi papan petunjuk. ’’Jalan Pramuka ini kami tutup berkala saat rapat pleno berlangsung. Diperkirakan selesai tiga hari,’’ ujar Nanang.

Untuk memaksimalkan pengamanan, seluruh satuannya diturunkan selama tiga hari. Mulai satreskrim, satlantas, satintelkam, dan samapta. Sejumlah perwira pejabat utama polres dan polsek juga diturunkan di sekitar lokasi pleno hingga seluruh proses usai. ’’Pengamanan pleno ini salah satu yang paling penting, sehingga harus benar-benar kondusif dari berbagai gangguan dan provokator, ’’ ucap Nanang.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia