Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Korupsi PBB Sisa Periksa Saksi Ahli

27 April 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BARANG BUKTI: Tersangka Soeyono Hadi (kanan) ketika mengembalikan uang negara. Dia ditetapkan tersangka penyelewengan PBB.

BARANG BUKTI: Tersangka Soeyono Hadi (kanan) ketika mengembalikan uang negara. Dia ditetapkan tersangka penyelewengan PBB. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Dugaan penyelewengan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kecamatan Kapas masih tahap melengkapi berkas penyidikan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro akan memeriksa ahli. Rencananya ahli yang didatangkan dari Inspektorat Bojonegoro.

“Tinggal periksa saksi ahli. Nanti saya hadirkan dari Inspektorat Bojonegoro untuk menghitung kerugian negaranya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Achmad Fauzan.

Perkara ini, kejari menetapkan Soeyono Hadi, staf PNS di Kecamatan Kapas sebagai tersangka. Tersangka pada minggu lalu sudah menyicil dua kali pengembalian uang. Yakni Rp 210 juta dan Rp 31,4 juta. Jadi totalnya Rp 241,4 juta. Sedangkan, dugaan kerugian negara sekitar Rp 402 juta.

Dia mengatakan, pemeriksaan saksi ahli nanti tersangka juga akan diperiksa untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan saja. Setelah itu, saat masa pemberkasan, tersangka berpeluang bisa ditahan.

Menurutnya, tidak terlalu lama untuk pemberkasannya, karena menurut data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro sudah jelas. “Kami lengkap dulu semua pemberkasannya, nanti baru kami tahan tersangkanya,” ujarnya.

Disinggung terkait pengembalian uang kerugian negara? Dia mengatakan, uang tersebut disimpan di bank guna dijadikan barang bukti di persidangan. “Sepertinya belum ada pengembalian uang lagi (setelah mencicil dua kali), “ tegasnya.

Dekri Wahyudi salah satu jaksa kejari membenarkan bahwa masih perlu memeriksa saksi ahli kasus dugaan korupsi PBB Kecamatan Kapas. Kemungkinan puasa Ramadan sudah mulai pemberkasan kasus tersebut.

“Tinggal perksa saksi ahli saja. Ramadan mungkin mulai pemberkasan,” ungkapnya.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia