Jumat, 19 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Segera Cek Ketersediaan Sembako

27 April 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIPANTAU: Kawasan  pertokoan modern di Bojonegoro akan dilakukan pemantauan oleh Pemkab setempat.

DIPANTAU: Kawasan pertokoan modern di Bojonegoro akan dilakukan pemantauan oleh Pemkab setempat. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Pemkab segera melakukan sidak di sejumlah kawasan perbelanjaan di Bojonegoro. Mulai pasar tradisional hingga pasar modern. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi inflasi yang diperkirakan berlangsung saat Ramadan mendatang.

‘’Itu tindaklanjut dari hasil rapat lalu,’’ jelas Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro Rahmad Djunaedi kemarin (26/4)

Sejumlah bahan pokok memang menjadi perhatian serius pemkab. Sebab, sejumlah bahan pokok rawan mengalami kenaikan harga saat Ramadan. Di antaranya cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, dan elpiji.

‘’Kita harus memastikan harga-harga itu tidak naik,’’ jelasnya.

Rahmat menjelaskan, pemkab telah membentuk tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk mengantisipasi inflasi Ramadan. Selain itu, pemkab bekerjasama dengan sejumlah lembaga lain untuk mengatasi kenaikkan harga itu.

‘’Kita bekerjasama dengan Bulog untuk ketersediaan beras, gula, dan minyak,’’ jelasnya.

Sidak ke pusat perbelanjaan akan dilakukan menyeluruh. Mulai di kecamatan Bojonegoro kota hingga ke kecamatan. ‘’Kita mulai Senin besok,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Asisten Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim Wayan Sri Widiastutik mengatakan, inflasi adalah kenaikan harga terus meneris dalam jangkap panjang. Kondisi itu bisa membuat masyarakat resah karena harga semakin mahal.

‘’Jadi harus ditentukan langkah untuk mengantisipasinya,’’ ujarnya ditemui Rabu lalu.

Menurut dia, pemerintah pusat sudah memiliki strategi untuk mengatasi inflasi itu. Salah satunya adalah dengan memastikan pasokan aman. Sebab, jika pasokan aman, maka kenaikan harga bisa ditekan.

Wayan menuturkan, inflasi sebenarnya adalah hal wajar dalam perekonomian. Itu menunjukkan adanya gairah perekonomian. Itu berbeda dengan resesi ekonomi yang membuat ekonomi tidak bergairah. ‘’Kalau resesi itu ekonomi lesu. Sebaliknya inflasi ini ekonomi bergairah,’’ jelasnya.

Namun, inflasi yang berkepanjangan tentu tidak baik. Sebab, akan membuat masyarakat menjerit karena kebutuhan semakin mahal. ‘’Tugas kami adalah mengendalikan inflasi ini,’’ jelasnya.

(bj/zim/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia