Jumat, 20 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Choyr S., Pencipta Tiga Lagu Lokal Bojonegoro

Mengangkat Potensi Lokal lewat Lagu

Oleh: MUHAMMAD SUAEB

25 April 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SENIMAN: Choyr Sudarmono asyik di antara beberapa keyboard. Dia telah menciptakan tiga lagu lokal dan pop.

SENIMAN: Choyr Sudarmono asyik di antara beberapa keyboard. Dia telah menciptakan tiga lagu lokal dan pop. (MUHAMMAD SUAEB/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

LEWAT bakatnya memainkan berbagai alat musik, Choyr Sudarmono sudah menciptakan lagu tentang potensi wisata di Bojonegoro. Di antaranya Salak Wedi, Negeri Atas Angin, dan Kota Rajekwesi.

Jari-jemarinya begitu cekatan ketika memainkan keyboard. Sorot matanya santai. Sesekali senyum sambil bergeleng mendengar nada membuatnya bersemangat memainkan musik di sebuah acara di di salah satu sekolah di Bojonegoro.

Dia adalah Choyr Sudarmono. Pencipta lagu tentang potensi wisata-wisata lokal Bojonegoro. Sudah tiga lagu tentang Bojonegoro telah dicetuskannya. Yaitu Salak Wedi, Negeri Atas Angin, dan Kota Rajekwesi.

“Untuk lagu daerah baru tiga,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Pemuda akrab disapa Choir itu menuturkan, sebelumnya tidak pernah belajar musik secara khusus. Hanya, bermodal sangat mencintai kesenian. Sehingga dia selalu belajar untuk mengembangkan bakatnya tersebut.

Beberapa alat musik yang sudah dikuasainya. Di antaranya keyboard, piano, dan gitar. Selain itu, dunia tarik suara juga dia pelajari secara otodidak. Sehingga, selain bisa memaikan alat musik, pemuda kelahiran April 1987 itu juga pandai bernyanyi.

“Saya juga bisa vokal,” ujar pemuda yang kemarin berulang tahun ke-32 itu.

Untuk menciptakan lagu, dia tidak membutuhkan waktu panjang. Cukup beberapa hari sudah bisa dinikmati. Namun, untuk membuat aransemen musik, dia mengaku membutuhkan waktu lama. Sebab, harus menyesuaikan irama.

Selian karya tiga lagu tentang potensi wisata di Bojonegoro, Choir juga sudah menciptakan tiga lagu pop. Justru dia menilai menciptakan lagu pop lebih mudah dibanding lagu tentang potensi daerah.

Awal menginisiasi lagu daerah ini bermula selama ini masih minim putra daerah menciptakan lagu tentang potensi kota kelahirannya. Peluang itu membuat pemuda berprofesi sebagai guru musik di beberapa sekolah itu, bertekad menciptakan lagu tentang potensi Bojonegoro.

“Tujuan utamanya ingin mengangakat daerah lewat lagu,” ucap pria tinggal di Desa Kalirejo, Kecamaatan Kota itu.

Meskipun belajar otodidak, namun dia sudah memiliki sertifikasi atau lisensi dari uji kompetensi musik. Lisensi itu dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur sebagai instruktur musik keyboard.

(bj/msu/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia