Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pesangon Petugas Pemilu Tak Jelas

25 April 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PROSES: Proses rekapitulasi suara pemilu masih terus berlangsung.

PROSES: Proses rekapitulasi suara pemilu masih terus berlangsung. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO -  Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro belum bisa memastikan tunjangan atau pesangon petugas pemilu yang telah gugur karena menjalankan tugasnya.

Namun, lembaga penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten diminta KPU pusat untuk mendata anggotanya yang telah gugur karena menjalankan tugasnya.

“Belum bisa dipastikan, tapi kami diminta mendata,” kata Ketua KPUK Bojonegoro M. Abdim Munib kemarin (24/4).

Dia menuturkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan petugas pemilu yang telah meninggal, hasil sementara ada dua yang telah meninggal dunia, yaitu petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, dan perlindungan masyarakat (linmas) di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu.

Selain itu, ada salah satu petugas KPPS di Kecamatan Kanor yang sekarang menjalani perawatan di rumah sakit karena terlibat kecelakaan lalu lintas usai menjalankan tugasnya.

Selain ketiga petugas itu, KPUK Bojonegoro memastikan ada lagi yang menjadi korban. Namun, belum bisa menyuguhkan datanya, dengan alasan masih dilakukan kroscek di lapangan.

“Ada lagi, tapi datanya nanti dulu,” ujar komisioner asal Kecamatan Kapas itu.

Dia menambahkan, meskipun tunjangan belum ada kejelasan, namun sesuai prediksinya akan mendapatkan pesangon. Karena, dengan diminta mendata itu maka secara tidak langsung akan mendapatkan tunjangan.

Sehingga, dia berharap jika ada petugas di lapangan yang belum terdata, untuk segera melaporkan ke KPUK Bojonegoro.

(bj/msu/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia